Dari sekian atas nama dunia yang kugenggam, hanya kamu… ya kamu.. yang belum kuraih.
Gemerlap intan yang terangkat dari Lumpur-lumpur putih, secerah dirimu dikala purnama.
Menggapai dalam rumus kata-kata yang belum terangkum,
Karena ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian dan cinta.
Lelaki dan perempuan itu saling mengenal, saling memahami, saling membantu, Bergandengan tangan, saling menanggung dan cekatan mendahulukan serasi,
Lalu ?……
Harusnya kau tahu,
Bidadari bisa cemburu, itu sebuah tantangan, Untuk mendekatkan diri dengan nyala suci ruh kesalihan.
Agar bidadari cemburu padamu ? bukan dengan tebar pesona fisik tentunya, tak jua dengan memenjarakan diri antara dapur, kelambu dan sumur, karena Allah dan Rasul tak pernah bermaksud begitu.
Gemerlap intan yang terangkat dari Lumpur-lumpur putih, secerah dirimu dikala purnama.
Menggapai dalam rumus kata-kata yang belum terangkum,
Karena ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian dan cinta.
Lelaki dan perempuan itu saling mengenal, saling memahami, saling membantu, Bergandengan tangan, saling menanggung dan cekatan mendahulukan serasi,
Lalu ?……
Harusnya kau tahu,
Bidadari bisa cemburu, itu sebuah tantangan, Untuk mendekatkan diri dengan nyala suci ruh kesalihan.
Agar bidadari cemburu padamu ? bukan dengan tebar pesona fisik tentunya, tak jua dengan memenjarakan diri antara dapur, kelambu dan sumur, karena Allah dan Rasul tak pernah bermaksud begitu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar