Indahnya mawar boleh dihiasi duri, Indahnya perdu boleh dihiasi benalu, Indahnya langit boleh dihiasi mendung, Namun indahnya persahabatan, Hanya boleh dihiasi ketulusan dan saling memaafkan.
30 Januari 2009
Kiai Yazid dan Si Anjing Hitam
Selain Kiai Yazid punya santri di pesantrennya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang Sifatnya pragmatis dan teknis lainnya. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh Sang Kiai.
Meski demikian, kadang-kadang terjadi pula tamu yang datang dengan maksud menguji dan mencobai Sang Kiai: apakah Kiai Yazid itu memang benar-benar waskita (tajam penglihatan mata batinnya)?
Para tamu yang datang, bukan hanya didominasi kalangan lelaki saja, tetapi juga ada perempuan sufi yang belajar kepadanya. Mereka ingin ber-taqarrub kepada Allah sebagaimana yang dilalui Sang Kiai. Di antara mereka ada yang berhasil, ada pula yang gagal di tengah jalan. Semua itu, kata Kiai Yazid, memang bergantung pada ketekunannya masing-masing. Beliau hanya mengarahkan dan membimbing; semuanya bergantung dari keputusan-Nya jua.
Karena ke-’alim-annya itu, akhirnya masyarakat memang benar-benar menganggap bahwa Kiai Yazid adalah sosok yang patut dijadikan tauladan atau panutan. Bukan hanya itu. Para kalangan sufi pun menghormati kedalaman rasa Sang Kiai. Para sufi pun banyak yang mengajak diskusi, konsultasi, musyawarah dan membahas soal-soal spiritual yang pelik-pelik. Nglangut. Hadir dan menghadirkan. Berpisah dan bersatu.
Kedalaman rasa Sang Kiai, misalnya, ia bisa saja merasa kesepian atau "menyendiri" ketika berkumpul dengan orang banyak. Di tempat lain, Sang Kiai sangat merasakan ramai, padahal ia sendirian. Begitulah, semua rasa itu tertutup oleh penampilan beliau yang memikat, mengayomi, melindungi, mengajar, dan gaul dengan banyak orang.
***
Pada suatu hari, Kiai Yazid sedang menyusuri sebuah jalan. Ia sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Ia mengalir begitu saja. Maka dengan enjoy-nya ia berjalan di jalan yang lengang nan sepi.
Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam berlari-lari. Kiai Yazid merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. E?.ternyata tahu-tahu sudah dekat; di sampingnya. Melihat Kiai Yazid --secara reflek dan spontan-- segera mengangkat jubah kebesarannya. Tindakan tadi begitu cepatnya dan tidak jelas apakah karena -barangkali-- merasa khawatir: jangan-jangan nanti bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis itu!
Tapi, betapa kagetnya Sang Kiai begitu ia mendengar Si Anjing Hitam yang di dekatnya tadi memprotes: "Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa!"
Mendengar suara Si Anjing Hitam seperti itu, Kiai Yazid masih terbengong: benarkah ia bicara padanya?! Ataukah itu hanya perasaan dan ilusinya semata? Sang Kiai masih terdiam dengan renungan-renungannya.
Belum sempat bicara, Si Anjing Hitam meneruskan celotehnya: "Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan di antara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubah sebagai seorang Parsi (kesombonganmu), dirimu tidak akan menjadi bersih walau engkau membasuhnya dengan tujuh samudera sekalipun!"
Setelah yakin bahwa suara tadi benar-benar suara Si Anjing Hitam di dekatnya, Kiai Yazid baru menyadari kekhilafannya. Secara spontan pula, ia bisa merasakan kekecewaan dan keluh kesah Si Anjing Hitam yang merasa terhina. Ia juga menyadari bahwa telah melakukan kesalahan besar; ia telah menghina sesama makhluk Tuhan tanpa alasan yang jelas.
"Ya, engkau benar Anjing Hitam," kata Kiai Yazid, "Engkau memang kotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Karena itu, marilah kita berteman dan bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih!"
Ungkapan Kiai Yazid tadi, tentu saja, merupakan ungkapan rayuan agar Si Anjing Hitam mau memaafkan kesalahannya. Jikalau binatang tadi mau berteman dengannya, tentu dengan suka rela ia mau memaafkan kesalahannya itu.
"Engkau tidak pantas untuk berjalan bersama-sama denganku dan menjadi sahabatku! Sebab, semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kehadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu, tetapi Siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu sebagai raja di antara para mistik. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang pun, tetapi engkau memiliki sekarung gandum untuk makanan esok hari!" kata Si Anjing Hitam dengan tenang.
Kiai Yazid masih termenung dengan kesalahannya pada Si Anjing Hitam. Setelah dilihatnya, ternyata Si Anjing Hitam telah meninggalkannya sendirian di jalanan yang sepi itu. Si Anjing Hitam telah pergi dengan bekas ucapannya yang menyayat hati Sang Kiai.
"Ya Allah, aku tidak pantas bersahabat dan berjalan bersama seekor anjing milik-Mu! Lantas, bagaimana aku dapat berjalan bersama-Mu Yang Abadi dan Kekal? Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yang termulia di antara makhluk-Mu yang terhina di antara semuanya!" seru Kiai Yazid kepada Tuhannya di tempat yang sepi itu.
Kemudian, Kiai Yazid dengan langkah yang sempoyongan meneruskan perjalanannya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke pesantrennya. Ia sudah rindu kepada para santri yang menunggu pengajarannya.
***
Keunikan dan ke-nyleneh-an Kiai Yazid memang sudah terlihat sejak dulu. Kepada para santrinya, beliau tidak selalu mengajarkan di pesantrennya saja, tetapi juga diajak merespon secara langsung untuk membaca ayat-ayat alam yang tergelar di alam semesta ini. Banyak pelajaran yang didapat para santri dari Sang Kiai; baik pembelajaran secara teoritis maupun praktis dalam hubungannya dengan ketuhanan.
Suatu hari, Kiai Yazid sedang mengajak berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. Jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Setelah diamati secara seksama, ternyata ia bukanlah Si Anjing Hitam yang dulu pernah memprotesnya. Ia Si Anjing Kuning yang lebih jelek dari Si Anjing Hitam. Begitu melihat Si Anjing Kuning tadi terlihat tergesa-gesa --barangkali karena ada urusan penting-- maka Kiai Yazid segera saja mengomando kepada para muridnya agar memberi jalan kepada Si Anjing Kuning itu.
"Hai murid-muridku, semuanya minggirlah, jangan ada yang mengganggu Si Anjing Kuning yang mau lewat itu! Berilah dia jalan, karena sesungguhnya ia ada suatu keperluan yang penting hingga ia berlari dengan tergesa-gesa," k ata Kiai Yazid kepada para muridnya.
Para muridnya pun tunduk-patuh kepada perintah Sang Kiai. Setelah itu, Si Anjing Kuning melewati di depan Kiai Yazid dan para santrinya dengan tenang, tidak merasa terganggu. Secara sepintas, Si Anjing Kuning memberikan hormatnya kepada Kiai Yazid dengan menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa terima kasih. Maklum, jalanan yang sedang dilewati itu memang sangat sempit, sehingga harus ada yang mengalah salah satu; rombongan Kiai Yazid ataukah Si Anjing Kuning.
Si Anjing Kuning telah berlalu. Tetapi rupanya ada salah seorang murid Kiai Yazid yang memprotes tindakan gurunya dan berkata: "Allah Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhluk-Nya. Sementara, kiai adalah raja di antara kaum sufi, tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing jelek tadi. Apakah pantas perbuatan seperti itu?!"
Kiai Yazid menjawab: "Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku: "Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian dulu sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja di antara para mistik (kaum sufi)?" Begitulah yang sampai ke dalam pikiranku dan karena itulah aku memberikan jalan kepadanya."
Mendengar penjelasan Kiai Yazid seperti itu, murid-muridnya manggut-manggut. Itu merupakan pertanda bahwa mereka paham mengapa guru mereka berlaku demikian. Semuanya diam membisu. Mereka tidak ada yang membantah lagi. Mereka pun terus meneruskan perjalanannya. ***
(Inspirasi cerita: Kisah Abu Yazid al-Busthomi, tokoh besar dari kalangan kaum sufi)
Tulungagung, 9 Oktober 2003
TEMUILAH aku di bukti itu.
Engkau tak perlu menakar keberanianmu untuk menempuh pendakianmu. Engkau pun tak perlu memeras banyak keringatmu. Mungkin kau temui jalan sedikit berliku, tapi percayalah engkau akan disambut ramah bebatuan dan tanah. Di balik belukar, memang ada beberapa ular, namun engkau tak perlu khawatir. Mereka akan segera menyingkir sebelum engkau hadir.
Abad demi abad telah berpacu-berlari, namun bukit itu tetap ada di sana, hanya selapis tipis dari impianmu. Jika selapis impianmu bisa kau terobos, maka engkau akan sampai di sana: Bukit Bayang. Tak lebih dari 1.000 meter engkau mendaki. Tak akan ada rasa nyeri merajam kaki. Engkau tak perlu khawatir untuk tergelincir. Para petani yang membajak tanah dengan hati atau para peladang yang berdada lapang, telah menyediakan jalan setapak itu kepadamu. Juga pohon-pohon akasia dan kemboja telah menyediakan rindang pendakian.
Temuilah aku di bukit itu, sebelum rindu cemasku membatu, sebelum aliran darahmu membeku. Bukankah angin telah menyebarkan kabar itu kepadamu, hingga kerinduanku pun luluh dalam detak nadimu.
Hatiku pun terlonjak, saat angin dari utara mengabarkan kedatanganmu. Kau bawa jiwamu yang sepi dan menggigil. Kau bawa sumpah serapahmu kepada kota yang bengis, kikir dan rakus. Kau bawa seluruh lukamu. Masuklah engkau kepadaku, masuklah. Kujabat jari-jemarimu, kudekap gigil jiwamu. Kuhapus keringat jiwa lelahmu. Kupadamkan api amarahmu dalam kubangan kesunyianku yang menggenang berabad-abad.
Kurasakan getar jiwamu, saat engkau memasuki gerbang pemakaman bisu. Kurasakan pula degub jantungmu yang terpompa kecemasanmu.
Namun, engkau gagal menarik kakimu surut ke belakang. Engkau terus melangkah. Perlahan. Daun-daun kering akasia dan kemboja yang kau injak menjelma suara risik, hingga seluruh ruangan itu tergetar.
Engkau menatapku, menatap kami: tumpukan kaum batu putih terbalut lumut abadi: batu-batu nisan dan batu-batu yang menjelma benteng tanpa perekat, hingga begitu rapuh dan patah. Engkau mendekatiku, mendekati kami. Meraba. Menebak-nebak, entah untuk apa. Tapi aku suka.
Kau baca urat-uratku, urat-urat kami bangsa batu, hingga keningmu berkerut-kerut. Engkau penasaran, ingin tahu berapa usiaku. Dari lipatan ingatanmu%
Wahai kekasihku…………….
Bisi bibirku mendengar rintih kerinduanmu. Keluhatiku melihat derai tangismu, sungguh kasihku, tiada maksud hati ini menyiksamu dengan kealpaanku, namun apalah dayaku ini..................
Biar angin bawa rindumu padaku, biar merpatiku nyanyikan tangismu untukku...
Asal aku menantimu disini, dan aku akan menanti selalu nyanyian rindumu datang padaku..............
24 Januari 2009
JUDI SMS MENGGILAAAA ……
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri
Cantrik, dsb.
Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik.
Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.
Bisnis ini sangat menggiurkan,
lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini.
Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya
–anggaplah- - Rp 2000.
Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center
(Satelindo, Telkomsel, dsb).
Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS.
Siapa saja bisa jadi bandar,
asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24
jam per hari dan membuat program aplikasinya.
Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800),
maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk
Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang
punya handphone?
Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp
80.000.000.000
(baca: Delapan puluh milyar rupiah).
Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ?
rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25%
dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”!
Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali.
Masyarakat diminta mengirimkan SMS
sebanyak-banyaknya
agar jagoannya tidak tersisih,
dan “siapa tahu” mendapat hadiah.
Kata ��siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa
handphone.
Pulsa ini dibeli pakai uang.
Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.
Begitu menggiurkannya bisnis ini,
sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan.
Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau “sahur”, lalu jawabannya
dikirim via SMS.
Ada embel-embel gratis.
Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena
pemirsa televisi bisa menyangka :
“Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya
bisa mendapat handphone gratis”.
Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.
Bahkan sangat gawat.
Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.
Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu
zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa
berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
..
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belakan
Semoga berita ini dapat mencelikan kita semua agar jangan mau lagi dijadikan
alat & membantu perjudian modern ala era Informasi saat ini.
18 Januari 2009
K A U

Ada seribu bintang kejora dimatamu
Yg semula memberi cahaya
Memberi segenggam harapan
Dalam gelap cengkraman malam
Dalam tebing sunyi kegelapan
Mengapa engkau terengah?
Mengapa engkau semakin redup?
Yg kumau kau beringsut
Yg ku mau kau pergi jauh
Dari tahta kilaumu
Dari dunia kemunafikan
Buka mata dan hatimu
Simak dan fahamilah
Sebuah hati terluka
Dalam liang kehancuran
Antara hidup dan mati.
FAJAR NAFASKAN SENJA

Nafas fajarkan senja
Cinta datang ku kehìlangan arah
Muntahkan semua kenangan dan cumbuan yg pernah terjadi
Saat cinta membawa
Aku pun acuh....
Kau larang tuk bertanya
Juga jatuh cinta
Ku tak harapkan selalu kau mengerti
Dan tak dambakan akan keabadian...
Kau tak ingin aku terikat
Dan tak ingin akupun kecewa
Aku tidak mengharapkan banyak
Tak ingin mengikatmu selamanya....
Asmara cinta kita telah usai
Pertanda cinta telah berahir
Percintaan berlalu....
Biarkan aku sendiri
Kehilangan gairah bahkan menambah duka
Kau tak mendengar, juga tak bertanya
Tinggal air mata dan sesal
Hanyalah percintaan yang ku tunggu
Hati yg luka untukmu
Tercinta........
17 Januari 2009
Maafkan daku

Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, dg segenap pengharapan yg terpinta, aku bersimpuh memohon maaf kepada semua yg merasa tersakiti atau terganggu dengan tulisan yg ada diblog ini. Sungguh, tiada terlintas sedikitpun dihatiku untuk sengaja membuat anda semua merasa terusik ataupun terganggu. Sekali lagi, aku mohon kerelaan hati dan maaf atas segala tingkahku yg tiada patut ini.
15 Januari 2009
14 Januari 2009
Adakah kau tahu

Dalam bening bola matamu
Kumenatap ada getaran
Yg tak bisa aku telusuri
Akan kemanakah getaran itu berlabuh
Adakah kau tahu...
Ada sepotong hati disini
Yg menginginkan lebih dari sekedar kasih sayang
Aku menginginkan cintamu
Cinta yg dapat membimbing aku
Memberi rasa tenang dalam hari-hariku
Dan memberi kedamaian......
Dalam setiap menatapmu
Ingin ku dapat semua ìtu darimu
Karena aku sayang kamu
Adakah kau tahu.....
Kerinduan

biarkan, biarkanlah aku mengutarakan isi htq pd kekshq dan jgnlah kalian mengatakan yg dmkian ini haram. ketahuilah wahai merpati... knp aq menangis, tangisanq ini krn rinduq pd kekshq. jgnlah engkau menghinaq. btp berat beban kerinduanq ini, ketahuilah hanya pertemuan dg kekshq itulah penawarnya. wahai engkau yg bertemu dg kekshq... sampaikanlah salam rinduq ini pdnya.
13 Januari 2009
LAMUNANKU ( di suatu sore yang jenjang )
Di suatu sore yang jenjang
Ku berdiri
Ku telanjangkan hati,
Selami diri, menekan emosi
Mengapa aku harus terhenti oleh tragedi?
Batu sandungan anggap saja cobaan
Caci maki biarkan ku telan
Hitam, kelam, kotor, kusam
Bukankah itu sebuah proses menuju paham?
Masih banyak soal di depan
Yang penting jangan fikirkan
yang tak penting
Biarkan diri ini terpelanting
Jauh masuk menembus dinding yang asing
Sore beranjak padam
Mentari yang gagah kini pulang
Terbenam dibalik sesosok bayang ...
Sementara aku,
Aku masih disini terdiam
Tenggelam dalam redupnya kelam
Gema terngiang akupun padam
Memadamkan ego yang tak mau diam
Di suatu sore yang jenjang
Ku berdiri
Ku tersadar ku harus tetap tegar
Hadapi semuannya dengan semangat yang kekar
Satu langkah kedepan adalah
Hal yang sangat besar...
11 Januari 2009
Bunga Hidup Tanpa Kata-Kata
Dalam dunia konsultan, presentasi (baca : kata-kata) yang diakhiri dengan langkah-langkah plus tenggat waktunya sudah bisa mengindikasikan bahwa ia sudah bekerja. Dalam dunia CEO, tentu saja ini jauh dari cukup. Akan mengundang banyak tawalah, kalau seorang CEO hanya berpresentasi, kemudian mengharapkan semuanya berjalan setelah itu.
Lebih dari sekadar terbatas daya bantunya, penggunaan kata-kata yang berlebihan dalam kehidupan CEO sering kali malah bisa mencelakakan. Lebih-lebih dalam lingkungan organisasi yang stok berfikir positifnya amat terbatas. Kata-kata berlebihan hanya akan membuat kaidah ‘mulutmu adalah harimaumu’ berjalan secara meyakinkan. Dan, diterkamlah kita oleh harimau buatan kita sendiri.
Di kancah politik praktis, Anda tahu sendirilah, ada banyak pemimpin yang sudah diterkam kejam oleh harimau jenis terakhir. Mungkin ini pelajaran berguna bagi orang-orang yang lama boros kata-kata seperti saya ini. Dulunya, tanpa kata-kata rasanya dunia tidak berputar. Lebih-lebih di sekolah bisnis di mana saya dibesarkan dulu. Battle for the air dalam diskusi sering dan teramat sering terjadi. Tanpa kata-kata, dipastikan nilai partisipasi saya jeblok tidak tertolong siapapun. Padahal, nilai terakhir amat menentukan nasib kelulusan.
Lebih-lebih dunia konsultan, pembicara publik dan penulis, lebih dari enam puluh persen kendaraan kemajuan bermodalkan kata-kata. Tiada hari tanpa kata-kata, mungkin itu prinsip yang bisa mewakili. Nah, ketika secara tiba-tiba sejarah kehidupan dijungkirbalikkan ke dalam kehidupan CEO yang berharimaukan kata-kata, maka terkejutlah saya.
Dalam klasifikasi sederhana, tugas CEO ada tiga : fine tuning, visioning, future creation. Dalam tugas pertama, ia menjadi lem perekat oraganisasi. Dalam tugas kedua, ia menjadi orang yang berjalan paling depan lengkap dengan gambarnya akan masa depan. Dan dalam tugas terakhir, melalui keputusan-keputusannya ia sedang menciptakan masa depan semua orang.
Dan ketiga-tiga tugas ini, adalah tugas yang amat irit kata-kata. Action speaks much louder than any words, inilah dunia CEO. Entah Anda belajar dari mana, saya belajarnya dari bunga. Ia tidak berbicara, namun tetap berguna banyak dengan menaburkan keharuman dan keindahan. Di tempat manapun, dan di waktu manapun, bunga senantiasa bekerja dengan tindakan-tindakannya.
Ada yang mengkhawatirkan, kegiatan irit kata-kata ini bisa menarik kita ke jurang miskomunikasi. Tentu saja tidak keliru. Dan di sinilah tantangannya. Menjaga keseimbangan, antara dunia tindakan dan dunia kata-kata. Bedanya, kalau dunia kata-kata memiliki ruang interpretasi yang lebih sempit, dunia tindakan yang diam memiliki ruang interpretasi yang lebih lebar. Bahkan, kelebarannyapun tidak pernah bisa didefinisikan sampai kapanpun.
Ia memang mengundang jutaan penafsiran, namun tetap ada batasnya. Angka-angka kinerja, itulah batas-batas dari tindakan yang diam. Sama dengan bunga, ia memiliki batas antara tumbuh, berbunga dan kemudian layu. Namun, dalam keadaan apapun (layu maupun berkembang) bunga tetap bunga.
Dunia kepemimpinan juga serupa, kendati sedikit tidak sama. Ada pemimpin yang setelah bunganya layu menghadirkan bau busuk. Ada pemimpin yang setelah layu, harumnya bahkan merebak hampir selama dan sepanjang sejarah manusia (coba perhatikan kepemimpinan Mahatma Gandhi misalnya). Yang tampak jelas dan terang, pemimpin-pemimpin seperti Gandhi amat irit dengan kata-kata, namun boros dengan tindakan.
Tindakan yang diam memang tidak berisik, tidak mengundang tepuk tangan segera. Apa lagi yang namanya tindakan melalui pengorbanan, ia bisa membuat kepala terinjak-injak kaki orang lain. Gengsi, reputasi, harga diri adalah serangkaian hal yang siap terkorbankan. Namun, sebagaimana bunga yang tidak pernah minta dipuji, dan juga tidak takut dimaki, ia hanya bertindak, bertindak dan bertindak. Sepertinya tidak pernah lelah, apapun cuacanya, dipuji maupun dimaki, ada saja bunga yang menghadirkan keharuman-keharuman.
Kendati di rumah telah lama memiliki taman bunga, saya memang belum bisa meniru kearifan kepemimpinan ala bunga. Mungkin, bunga hadir dalam kehidupan saya untuk terus mengingatkan saya akan pentingnya hidup dengan sedikit kata-kata. Tulisan ini, sebenarnya hanya sebuah penghianatan terhadap bunga. Boros sekali dengan kata-kata, tetapi tidak bisa mengungkapkan ke Anda secara jelas apa dan di mana tindakannya.
PERINGATAN BUAT GADISKU
Gadisku....Aku suka sekiranya kau seperti mawar aspirasi setiap mujahidah.Bentengilah dirimu dengan perasaan malu yang bertunjangkan rasa keimanan dan keindahan taqwa kepada Allah...Hiasilah wajah mu dengan titisan wudhuk..... ingatlah bahwa ciri-ciri seorang wanita solehah ialah ia tidak melihat kepada lelaki dan lelaki tidak melihat kepadanya. sesuatu yang tertutup itu lebih berharga jika dibandingkan dengan sesuatu yang terdedah......umpama sebutir permata yang didedahkan buat perhatian umum dengan permata yang diletakkan dalam satu bekas yang tertutup..... sudah pasti nya keinginan untuk melihat permata yang tersembunyi itu melebihi daripada yang terdedah, wanita solehah yang taat dan patuh pada Al Khaliq dalam melayari liku-liku kehidupannya adlah harapan setiap insan yang bernama Adam...... namun............. ianya memerlukan pergobanan dan mujahadah yang tinggi kerana ianya bercanggah dengan nafsu serakah yang bersarang dalam dirimu lebih-lebih lagi title gadis yang kau miliki sudah pastinya darah mudamu mecabar rasa keimanan yang ada... namun ingatlah gadisku.... sesiapa yang inginkan kebaikan maka Allah akan memudahkan baginya jalan-jalan kearah itu, yang penting gadisku engkau mesti punyai azam, usaha dan istiqomah..........
Gadisku....Akuilah hakikat dirimu menjadi fitnah kepada kebanyakan lelaki... seandainya pakaian malumu kau tanggalkan dari tubuhmu maka sudah tidak ada lagi perisai yang dapat membentengimu... sesungguhnya nabi ada mengatakan tentang bahaya dirimu ‘ Tidak ada suatu fitnah yang lebih besar yang lebih bermaharajalela selepas wafatku terhadap kaum lelaki selain fitnah yang berpunca daripada wanita ‘ .... Oleh itu gadisku setiap langkah dan tindakanmu hendaklah berpaksikan kepada Al Quran dan As Sunnah, jangan biarkan orang lain mengeksploitasikan dirimu untuk kepentingan tertentu..... sesungguhnya Allah telah mengangkat martabatmu sebaris dengan kaum Adam...Kau harapan ummah dalam melahirkan para mujahid dan mujahidah yang bisa menggoncangkan dunia dengan sentuhan lembut tangan mu..... Gadisku...Dalam hidupmu pastinya ingin disayangi dan menyayangi, itulah fitrah semula jadi setiap insani namun ramai diantara kamu yang tewas kerana cinta...Bercinta itu tidak salah tapi memuja cinta itu yang salah, kerana cinta manusia sanggup menjual agama dan kerana cinta maruah tergadai.Gejala murtad serta keruntuhan moral muda mudi sebahgian besarnya kerana sebuah cinta...Benarlah sabda Rasulullah SAW ‘ Sesungguhnya cinta itu buta ‘ cinta itu mampu membutakan mata dan hatimu dalam membezakan perkara yang hak dan yang batil apabila kau meletakkan cinta itu atas dasar nafsu dan tidak kerana Allah SWT... sebelum kau mendekati cinta, cintailah dirimu terlebih dahulu, mengkaji hakikat kejadianmu yang begitu simbolik, yang berasal daripada setitis air yang tak berharga lalu mengalami proses pembentukan yang direncanakan oleh Allah.. semoga disana mampu melahirkan rasa keagungan dan kehebatan terhadapNya dan timbul rasa cinta dan kasih pada penciptamu...........
Gadisku......Mencintai Allah dan rasul melebihi cinta terhadap makhluk adalah cinta yang hakiki dan abadi kerana hati yang pecah dan retak apabila diberikan kepada makhluk pastinya akan bertambah retak dan terburai tapi apabila hatimu diserah kepada Allah sudah pasti ia akan bertaut kembali..Dalam seusia mu sibukkan lah dirimu dengan ilmu yang mampu mempertajamkan akal dan mampu membina syakhsiah muslimahmu..... sesungguhnya ilmu itu cahaya dan ilmu tidak mampu bertapak dalam hati orang yang melakukan maksiat.Buat akhirnya terimalah kata-kata seorang ahli sufii iaitu Rabiatul Adawiah sebagai renungan bersama : ‘ Cintakan manusia itu tidak mewujudkan kebahagian yang abadi untuk seseorang insan, kerana ia tidak kekal, cintakan manusia seringkali membuatkan seorang itu gagal, kecewa, menderita dan tersiksa, oleh itu tidak ada suatu cinta pun yang dapat membuahkan kebahagiaan dan kenikmatan yang kekal abadi kecuali cinta kepada pencipta manusia sendiri ‘ Sekian.....Wassalam. Hiasilah Diri Kita Dengan KEIMANAN Bukan Dengan KEEGOAN.
SIAPA TAHU ADA YANG BACA
Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu satunya.
Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah/gila/jengkel/stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.
Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.
Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telp nya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.
Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar utk kamu.
Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yg tdk sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan janji apapun dgn mudah, karna ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama lamanya.
Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian/kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.
Seseorang yg bener2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia / tersenyum.
Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport utk menjemput kamu, dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari? Dengan hatinya yg tulus.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar2 bekerja /manjur / berguna.
Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua........
Seseorang yang mencintai kamu akan selalu berusaha membuat-mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu..
Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri
Seseorang yang mencintaimu...akan rela melepaskan mu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain Pernahkah kamu mencintai seperti itu ???? maka Berbahagialah orang yg dicintai oleh dirimu....
08 Januari 2009
PEREMPUAN DALAM DO’A
Perempuan itu bagai waktu
Yang kala mengingatkan
Aku tersentak dari segala mimpi
Bagai jarum jam yang mendetak dalam segala nafas
dia……
perempuan yang hadir dalam do’a-do’a
yang mengingatkan tatkala terlupa pada pencipta
demi waktu……….
Yang mengalir nadi dari sekian darah rindu
Demi masa…….
Yang menyentuh rasa rindu
Dari sekian penjuru urat nadi
Dia……
Perempuan yang bagai alarm
Menyentak udara subuh
Mengemas selimut tidur malam
Bersama kumandang azan
Assholaatu Khoirumminannaum
Dia…….
Perempuan yang kemerahan bagai Aisyah
Yang menyejuk pada setiap mata memandang
Yang menyelimut kalbu dari kemunafikan
Dia ……
Perempuan tegar hati bagai Masyitah
Yang mengalir darah, menyusur urat nadi
Menyempurnakan janji pada Illahi
Malam-Mu
Kurangkai dalam kata segala risau
Menyesak nafas disunyi malam
Menyibak tirai hati yang luka
Ingin kurasa lagi dalam Malam-Mu
Terbangkan aku bersama bidadari
Bawa aku kelangit ke Tujuh
Hingga malam tak berganti siang
Malam-Mu selalu ku tunggu
Hingga bibir tak lagi bergerak
Hingga mata tak lagi berkedip
Sampai hidung tak bernafas
Sampai nadi tak lagi berdenyut
Malam-Mu selalu ku tunggu
Ingin selalu ku sebut kebesaran-Mu
Selalu ingin suci-Mu kusanjung
Dalam setiap malam-malam-Mu
Besar kalimah-Mu menggetar Jiwa
Suci nama-Mu menyusur istana raga
Ingin kurasa lagi dalam malam-Mu
IZINKAN AKU MABUK
Ingin kurasa dalam sepi-Mu
Ingin kurasa dalam sepi-Mu
Yang mengalir sungai-sungai
Merajut hati pada bidadari yang Engkau janjikan
Berlari dalam taman keindahan Surga-Mu
Izinkan aku selalu dalam sepi-Mu
Ingin kurasa nikmati anggur suci-Mu sekali lagi
Hingga bibir terucap undur diri
Laailaha Illallah
BIDADARI CEMBURU
Gemerlap intan yang terangkat dari Lumpur-lumpur putih, secerah dirimu dikala purnama.
Menggapai dalam rumus kata-kata yang belum terangkum,
Karena ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian dan cinta.
Lelaki dan perempuan itu saling mengenal, saling memahami, saling membantu, Bergandengan tangan, saling menanggung dan cekatan mendahulukan serasi,
Lalu ?……
Harusnya kau tahu,
Bidadari bisa cemburu, itu sebuah tantangan, Untuk mendekatkan diri dengan nyala suci ruh kesalihan.
Agar bidadari cemburu padamu ? bukan dengan tebar pesona fisik tentunya, tak jua dengan memenjarakan diri antara dapur, kelambu dan sumur, karena Allah dan Rasul tak pernah bermaksud begitu.
Untuk semua yang pernah merasakan cinta........
Untuk semua yang pernah merasakan cinta........
Ø Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia kan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Ø Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Ø Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...
Ø Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
Ø Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Ø Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Ø Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Ø Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Ø Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan ka mu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi...
Ø Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetapharus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Ø Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Ø Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang muliadan misterius. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.



