25 Februari 2009

Mutiara kata


Apa yang kucintai laksana seorang anak, kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yg kucintai kini... Akan ku cintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yg kucapai... Dan tak ada yg akan mencabut diriku daripadanya. (Kahlil gibran)

13 Februari 2009

OSAMA BIN LADEN




Osama bin Mohammed bin Awad bin Laden (bahasa Arab: أسامة بن محمد بن عود بن لادن) yang secara popular dikenal dengan Osama bin Laden, dilahirkan pada tanggal 28 Jun 1957 di kota Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah. Osama adalah anak ke 17 dari 52 orang anak bersaudara.

Ayahnya yang bernama Mohammed bin Laden, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian berpindah ke Arab Saudi selepas Perang Dunia II. Di tempat yang baru ini Mohammed bin Laden memulai dengan usahanya yang baru bergerak dalam bidang perniagaan pembangunan. Pada akhirnya ia memenangkan banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi. Oleh kerana itu ia telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Mohammed bin Laden kemudian telah menjadi salah seorang yang paling kaya di Saudi Arabia, yang dianggarkan memiliki keuntungan jutaan dollar Amerika Syarikat. Dari keuntungannya ini dianggarkan Mohammed bin Laden memiliki saham sejumlah hampir 300 juta dollar Amerika.

[sunting]
Pendidikan dan Masa Mudanya

Ketika berusia remaja, Osama bin Laden telah bergabung dengan gerakan Wahhabi Konservatif-Baru (Ultrakonservatif), sebuah sekte dalam agama Islam; dan ia pernah masuk kedalam dinas kepolisian yang menegakkan hukum-hukum syariah. Osama menjadi mahasiswa pada Universiti Raja Abdul Aziz di Jeddah, dimana ia berguru pada salah satu dari antara gurunya, yakni Sheikh Abdullah Azzam. Guru Abdullah Azzam inilah yang kemudian diketahui sebagai tokoh utama yang memainkan peranan memobilisasi dukungan bangsa Arab bagi kaum Mujahidin yang berperang melawan pendudukan Russia di Afganistan. Osama bin Laden lulus menyelesaikan pengajuannya dan dimendapat sarjana tahun 1979 dalam bidang Ekonomi dan Manajemen.

[sunting]
Perjalanan Hidupnya

Osama bin Laden mulai membangun jaringan komunikasinya pada tahun 1979 ketika ia berangkat ke Afganistan bergabung dalam perang kaum pejuang Afgan yang dikenal sebagai kaum mujahidin yang tetap bertahan dan bertempur melawan Soviet. Osama menderma dana melalui jalur-jalur kekayaan dan kaitan hubungan keluarganya bagi gerakan pertahanan Afgan, dan membantu kaum Mujahidin dengan bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan. Osama juga terlibat mengambil bagian dalam beberapa pertempuran selama perang Afganistan.

Ketika peperangan melawan Soviet hampir berakhir, Osama mendirikan gerakan Al Qaeda, sebuah organisasi para mantan/eks pejuang Mujahedin dan para pendukung lainnya yang membantu menyalurkan baik dana maupun para pejuang bagi gerakan pertahanan Afgan.

Ketika tentera Soviet berunder keluar dari Afghanistan, Osama bin Laden pulang kembali ke Arab Saudi dan bergabung bekerja pada perusahaan pembinaan dan pembangunan milik keluarga, Kumpulan Perusahaan Bin Laden. Di sini ia kemudian terlibat bersama kelompok orang-orang Saudi yang haluan kir dan menentang pemerintahan kerajaan / monarkhi Saudi, yakni terhadap [[Keluarga Raja Fahd. Pada tahun 1995 Osama bin Laden membangun infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar Al Basyir dan Dr Hasan Turabi yang memerintah Sudan.

Pada tahun 1994, Pemerintah Saudi mencabut hak kewarganegaraan Osama dan membekukan seluruh asset dan kekayaannya di seluruh negeri. Osama bin Laden diyakini berbagai pihak sebagai tokoh pusat dan kunci dari suatu koalisi internasional dari kaum radikal Islam. Menurut Pemerintah Amerika Serikat, Al Qaedah telah meniru gerakan-gerakan aliansi dengan pola pikir kelompok-kelompok fundamentalis, seperti misalnya kelompok Al-Jihad di Mesir, Gerakan Hizbullah di Iran, Front Islam Nasional di Sudan, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Yaman, Saudi Arabia, dan Somalia. Organisasi Osama bin Laden juga memiliki ikatan-ikatan dengan "Kelompok Islam" yang pada suatu ketika dibawah pimpinan Syaikh Omar Abdel Rahman, seorang ulama Mesir yang menjalani hukuman seumur hidup sejak pengakuannya pada tahun 1995 menggagalkan persekongkolan peledakan beberapa tempat di kawasan kota New York. Pada akhir tahun 1990-an dua orang anak Sheik Rahman bergabung bersama kekuatan tentara dan perjuangan Osama bin Laden.

Sejak tahun 1992, Pemerintah Amerika Syarikat memberi kesan bahawa Osama bin Laden dan anggota-anggota lainnya dari gerakan Al Qaedah menjadi sasaran tentera Amerika yang bertugas di Saudi Arabia, dan di Yaman, dan satuan militer yang ditugaskan di Tanduk Afrika, termasuk di Somalia. Pada bulan Oktober 1993, diberitakan ada 18 orang anggota tentera kebangsaan Amerika Syarikat yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan di Somalia, mati dibunuh di sana ketika menjalankan kerja sosial mereka. Mayat tentera pekerja sosial itu diseret dan dianiaya di sepanjang jalan-jalan raya. Pada tahun 1996 Osama bin Laden dikenai hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam penyerangan pembunuhan tentara pekerja sosial di atas dan ia mengatakan bahawa para pengikutnya bersama kaum Muslim setempat telah membunuh tentera-tentera itu. Penghakiman Amerika Syarikat turut menuduh bahwa Osama bin Laden memiliki jaringan dengan serangan-serangan yang gagal ke atas dua hotel di Yaman di mana para tentera Amerika Serikat bermalam dalam perjalanan mereka ke Somalia.

Pada tanggal 7 Ogos 1998, delapan tahun setelah penugasan operasional militer Amerika Serikat di Saudi Arabia, dua trak bermuatan bom meledak di luar Kedutaan Besar Amerika Syarikat di Nairobi, Kenya; dan di Dares Salaam, Tanzania. Osama bin Laden menolak bertanggungjawab, tetapi para Hakim menegaskan keterlibatan dan kesalahannya itu terbukti dengan adanya surat-surat faksimili yang dikirimkan oleh kelompok Sel Osama di London setidaknya kepada tiga agen penjualan media internasional. Para Hakim juga menunjukkan pengakuan para pelaku tindak kriminal tertuduh pelaku pengeboman Kedutaan-Kedutaan Besar , yang mengaku mereka adalah anggota gerakan Al Qaedah.

Empat belas hari kemudian, pada tanggal 20 Ogos 1998, Presiden Bill Clinton memerintahkan armada Kapal Perang Amerika Syarikat menggempur kamp-kamp di Afganistan yang dicurigai sebagai sarang pelatihan teroris, dan penggempuran keatas pabrik reaktor kimia di kota Khartoum, Sudan. Osama bin Laden bisa selamat dari serangan itu dan dijatuhi hukuman oleh Amerika Serikat dengan tuduhan sebagai perancang atau otak dibalik serangan-serangan bulan Nopember 1998.

Presiden George W. Bush telah menyatakan bahwa Osama adalah tertuduh utama dalam serangan teroris di kota New York dan Washington pada tanggal 11 September 2001; sama persis bahwa Osama adalah tertuduh pelaku utama dalam pengeboman gedung World Trade Center pada tahun 1993; dan terhadap lusinan serangan teroris yang lain keatas Keduataan-Kedutaan Besar Amerika Syarikat, kapal-kapal perang, dan asset-aset Amerika Serikat lainnya.

Para perwira Taliban telah mengutuk serangan hari Selasa ke atas Amerika Syarikat dan menegaskan bahwa Taliban pasti tidak terlibat. Osama bin Laden secara tegas dan meyakinkan telah menyangkal keterlibatan dirinya dalam pembantaian dan pertumpahan darah 11 September 2001 itu bahkan tatkala Taliban bersumpah melindungi Osama bin Laden sambil memperbaharui peringatan Taliban bahwa negara-negara tetangga yang membantu Washington tidak akan bisa luput dari peristiwa serupa. "Amerika Serikat menudingkan jari telunjuknya kepadaku tetapi saya menyatakan dengan pasti dan yakin bahwa saya tidak melakukan semua ini."

Osama bin Laden dapat disejajarkan dengan Che Guevara dalam perlawanannya terhadap ketidakadilan yang terjadi akibat hegemoni barat khususnya Amerika Serikat terhadap bangsa bangsa di dunia khususnya yang terjadi di negara negara dunia Islam. Banyak pengamat Islam Internasional mengatakan bahwa perlawanan Osama bin Laden dan Al Qaeda-nya akan tetap berlanjut selama dunia barat khususnya Amerika Serikat tidak mengubah kebijakan yang tidak adil terhadap negara negara dunia Islam. Kasus Palestina dan keberpihakannya terhadap Israel diantaranya, serta serangan dan pendudukan terhadap Iraq membuat masalah yang dikatakan dunia barat sebagai terorisme tidak akan selesai.

10 Februari 2009

MUTIARA KATA

MUTIARA KATA

"...pabila cinta memanggilmu... ikutilah dia walau jalannya berliku-liku... Dan, pabila sayapnya merangkummu... pasrahlah serta menyerah, walau pedang tersembunyi di sela sayap itu melukaimu..." (Kahlil Gibran)

"...kuhancurkan tulang-tulangku, tetapi aku tidak membuangnya sampai aku mendengar suara cinta memanggilku dan melihat jiwaku siap untuk berpetualang" (Kahlil Gibran)

"Tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui. Mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi. Namun jiwa tetap ada di tangan cinta... terus hidup... sampai kematian datang dan menyeret mereka kepada Tuhan..." (Kahlil Gibran)

"Jangan menangis, Kekasihku... Janganlah menangis dan berbahagialah, karena kita diikat bersama dalam cinta. Hanya dengan cinta yang indah... kita dapat bertahan terhadap derita kemiskinan, pahitnya kesedihan, dan duka perpisahan" (Kahlil Gibran)

"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu... Aku ingin mencintaimu dengan sederhana... seperti isyarat yang tak sempat dikirimkan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada..." (Kahlil Gibran)

"Jika cinta tidak dapat mengembalikan engkau kepadaku dalam kehidupan ini... pastilah cinta akan menyatukan kita dalam kehidupan yang akan datang" (Kahlil Gibran)

"Apa yang telah kucintai laksana seorang anak kini tak henti-hentinya aku mencintai... Dan, apa yang kucintai kini... akan kucintai sampai akhir hidupku, karena cinta ialah semua yang dapat kucapai... dan tak ada yang akan mencabut diriku dari padanya" (Kahlil Gibran)

"Kemarin aku sendirian di dunia ini, kekasih; dan kesendirianku... sebengis kematian... Kemarin diriku adalah sepatah kata yang tak bersuara..., di dalam pikiran malam. Hari ini... aku menjelma menjadi sebuah nyanyian menyenangkan di atas lidah hari. Dan, ini berlangsung dalam semenit dari sang waktu yang melahirkan sekilasan pandang, sepatah kata, sebuah desakan dan... sekecup ciuman" (Kahlil Gibran)

08 Februari 2009

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT

Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad...Terdengarlah Suara Dari Langit
Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan..
1. Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang
Meninggalkanmu
2. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan
Yang Telah Menumpukmu
3. Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menumpukmu
4. Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah
Menguburmu."
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan....Terdengar Dari Langit Suara
Memekik, "Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
2. Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak
Bersuara
3. Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari
Seribu Bahasa
4. Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib
Tak Bersuara"

Ketika Mayat Siap Dikafan...Suara Dari Langit Terdengar Memekik,"Wahai
Fulan Anak Si Fulan
1. Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
2. Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
2. Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
3. Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan."

Ketika MayatDiusung.... Terdengar Dari Langit Suara Memekik, "Wahai Fulan
Anak Si Fulan..
1. Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
2. Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
3. Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat."

Ketika Mayat Siap Dishalatkan....Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
"Wahai Fulan Anak Si Fulan..
1. Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di
Akhirat
2. Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
3. Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk."


Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat....terdengar Suara Memekik Dari
Langit,"Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk
Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini
Wahai Fulan Anak Si Fulan...
1. Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
2. Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
3. Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu
Bahasa."

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian....Allah Berkata Kepadanya,
"Wahai Hamba-Ku.....
1. Kini Kau Tinggal Seorang Diri
2. Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
3. Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
4. Mereka Pergi Meninggalkanmu.. Seorang Diri
5. Padahal, Karena Mereka Kau Pernah LanggarPerintahku
6. Hari Ini,....
7. Akan Kutunjukan Kepadamu
8. Kasih Sayang-Ku
9. Yang Akan Takjub Seisi Alam
10. Aku Akan Menyayangimu
11. Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya".

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, "Wahai Jiwa Yang Tenang
1. Kembalilah Kepada Tuhanmu
2. Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
3. Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba-Ku
4. Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku"

Anda Ingin Beramal Shaleh...?
Tolong Kirimkan Kepada Rekan-Rekan Muslim Lainnya Yang Anda
Kenal...!!!Semoga Kematian akan menjadi pelajaran yang berharga bagi kita
dalam menjalani hidup ini.

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut)
dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda "wakafa bi almauti
wa'idha", artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaranbagimu!

Semoga bermanfaat bagi kita semua, Amiin....

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk
bekerja... Luangkanlah wakt

03 Februari 2009

BALASAN SURAT NURUL AZKIYA

Kepada Nurul Azkiya
Cahaya orang-orang yang bersih hatinya Di bumi perjuangan mulia

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh Saat menulis surat ini hatiku gerimis. Tiada henti kuberdoa semoga Allah menyejukkan hatimu, menerangkan pikiranmu, membersihkan jiwamu, dan mengangkat dirimu dari segala jenis penderitaan dan kepiluan. Nurul, Terima kasih atas suratnya. Aku sudah membacanya dengan seksama dan aku memahami semua kata-kata yang kau tulis. Kalau kau merasa harus setia pada cintamu. Maka aku merasa harus setia pada isteriku, pada belahan jiwaku. Kalau kau memiliki anggapan poligami bisa menjadi jalan keluar dalam masalah ini, bisa jadi ada benarnya. Poligami memang diperbolehkan oleh syariat, tapi aku tidak mungkin menempuhnya. Aku perlu menjelaskan, di antara syarat yang telah kami sepakati sebelum akad nikah adalah aku tidak akan memadu Aisha. Aku sudah menyepakati syarat itu. Kau tentu tahu hukumnya, aku harus menepatinya. Hukumnya wajib. Nurul, Dalam hidup ini, cinta bukan segalanya. Masih ada yang lebih penting dari cinta. Sebenarnya jikalau kita bercinta maka seharusnya itu menjadi salah satu pintu menjalankan ibadah. Janganlah terlalu kau turutkan perasaanmu. Gunakanlah akal sehatmu, karena akal sehat adalah termasuk bagian dari wahyu. Kau masih memiliki masa depan yang luar biasa cerahnya. Kau ditunggu oleh ribuan generasi di tanah air. Jadilah kau seorang Nurul seperti sebelum mengenalku. Nurul yang bersih dan bercahaya, seperti namanya Nurul Azkiya , Cahaya bagi orang-orang yang bersih hatinya. Nurul, Apakah kau sadar dengan apa yang kau lakukan saat ini? Dengan tetap menuruti perasaanmu untuk menyesal dan membodoh-bodohkan diri kau telah merusak dirimu sendiri. Ajaran agama kita yang hanif melarang manusia membinasakan dirinya sendiri dengan cara dan alasan apa pun. Memasung diri sampai menderita dengan alasan setia pada cinta adalah perbuatan yang tidak seirama dengan sunnah nabi. Kau jangan salah tafsir pada novel yang ditulis oleh Syaikh Muhammad Said Ramadhan Al Buthi. Dengan novel itu beliau ingin menghibur dan menyejukkan orang-orang yang mereguk pahitnya cinta karena kelaliman orang-orang yang tidak mengerti cinta. Beliau membela orang yang semestinya dibela, dan mencela orang-orang lalim yang semestinya dicela. Adapun Puteri Zein yang membawa cintanya sampai ke liang lahat itu bukan atas kehendaknya. Berbeda dengan dirimu. Jika kau membawa cintamu sampai mati maka itu atas kehendakmu, dan itu sama saja dengan bunuh diri. Nurul, Cinta sejati dua insan berbeda jenis adalah cinta yang terjalin setelah akad nikah. Yaitu cinta kita pada pasangan hidup kita yang sah. Cinta sebelum menikah adalah cinta semu yang tidak perlu disakralkan dan diagung-agungkan. Nurul, dunia tidak selebar daun anggur. Masih ada jutaan orang shalih di dunia ini yang belum menikah. Pilihlah salah satu, menikahlah dengan dia dan kau akan mendapatkan cinta yang lebih indah dari yang pernah kau rasakan. Terkadang, tanpa sengaja kita telah menyengsarakan orang lain. Itulah yang mungkin kulakukan padamu. Maafkanlah aku. Semoga Allah masih terus berkenan memberikan hidayah dan rahmatnya, juga maghfirahnya kepada kita semua.

Wassalam, Fahri Abdullah.

SURAT NURUL AZKIYA PADA FAHRI ABDULLOH

Untuk Kak Fahri Yang sedang berbahagia Bersama isterinya

Assalamu’alaikum wr. wb. Kutulis surat ini dengan lelehan air mataku yang tiada berhenti dari detik ke detik. Kutulis surat ini kala hati tiada lagi menahan nestapa yang menderadera perihnya luar biasa. Kak Fahri, aku ini perempuan paling bodoh dan paling malang di dunia. Bahwa mengandalkan orang lain sungguh tindakan paling bodoh. Dan aku harus menelan kepahitan dan kegetiran tiada tara atas kebodohanku itu. Kini aku didera penyesalan tiada habisnya. Semestinya aku katakan sendiri perasaanku padamu. Dan apakah yang kini bisa kulakukan kecuali menangisi kebodohanku sendiri. Aku berusaha membuang rasa cintaku padamu jauh-jauh. Tapi sudah terlambat. Semestinya sejak semula aku bersikap tegas, mencintaimu dan berterus terang lalu menikah atau tidak sama sekali. Aku mencintaimu diam-diam selama berbulan-bulan, memeramnya dalam diri hingga cinta itu mendarahdaging tanpa aku berani berterus terang. Dan ketika kau tahu apa yang kurasa semuanya telah terlambat. Kak Fahri, Kini perempuan bodoh ini sedang berada dalam jurang penderitaannya paling dalam. Dan jika ia tidak berterus terang maka ia akan menderita lebih berat lagi. Perempuan bodoh ini ternyata tiada bisa membuang rasa cinta itu. Membuangnya sama saja menarik seluruh jaringan sel dalam tubuhnya. Ia akan binasa. Saat ini, Kak Fahri mungkin sedang dalam saat-saat paling bahagia, namun perempuan bodoh ini berada dalam saat-saat paling menderita. Kak Fahri, Apakah tidak ada jalan bagi perempuan bodoh ini untuk mendapatkan cintanya? Untuk keluar dari keperihan dan kepiluan hatinya. Bukankah ajaran agama kita adalah ajaran penuh rahmah dan kasih sayang. Kak Fahri adalah orang shalih dan isteri Kak Fahri yaitu Aisha adalah juga orang yang shalihah. Bagi orang shalih semua yang tidak melanggar syariah adalah mudah. Kak Fahri, Sungguh maaf aku sampai hati menulis surat ini. Namun jika tidak maka aku akan semakin menyesal dan menyesal. Bagi seorang perempuan jika ia telah mencintai seorang pria. Maka pria itu adalah segalanya. Susah melupakan cinta pertama apalagi yang telah menyumsum dalam tulangnya. Dan cintaku padamu seperti itu adanya telah mendarah daging dan menyumsum dalam diriku. Jika masih ada kesempatan mohon bukakanlah untukku untuk sedikit menghirup manisnya hidup bersamamu. Aku tidak ingin yang melanggar syariat aku ingin yang seiring dengan syariat. Kalian berdua orang shalih dan paham agama tentu memahami masalah poligami. Apakah keadaan yang menimpaku tidak bisa dimasukkan dalam keadaan darurat yang membolehkan poligami? Memang tidak semua wanita bisa menerima poligami. Dan tenyata jika Aisha termasuk yang tidak menerima poligami maka aku tidak akan menyalahkannya. Dan biarlah aku mengikuti jejak puteri Zein dalam novel yang ditulis Syaikh Muhammad Ramadhan Al Buthi yang membawa cintanya ke jalan sunyi, jalan orang-orang sufi, setia pada yang dicintai sampai mati.

Wassalam, Nurul Azkiya

dikutip dari novel ayat-ayat cinta

SURAT CINTA NOURA KEPADA FAHRI

Kepada Fahri bin Abdillah, seorang mahasiswa dari Indonesia yang lembut hatinya dan berbudi mulia

Assalamu’alaikum warahmatullah wa barakatuh. Kepadamu kukirimkan salam terindah, salam sejahtera para penghuni surga. Salam yang harumnya melebihi kesturi, sejuknya melebihi embun pagi. Salam hangat sehangat sinar mentari waktu dhuha. Salam suci sesuci air telaga Kautsar yang jika direguk akan menghilangkan dahaga selama-lamanya. Salam penghormatan, kasih dan cinta yang tiada pernah pudar dan berubah dalam segala musim dan peristiwa. Wahai orang yang lembut hatinya, Entah dari mana aku mulai dan menyusun kata-kata untuk mengungkapkan segala sedu sedan dan perasaan yang ada di dalam dada. Saat kau baca suratku ini anggaplah aku ada dihadapanmu dan menangis sambil mencium telapak kakimu karena rasa terima kasihku padamu yang tiada taranya. Wahai orang yang lembut hatinya,
Sejak aku kehilangan rasa aman dan kasih sayang serta merasa sendirian tiada memiliki siapa-siapa kecuali Allah di dalam dada, kaulah orang yang pertama datang memberikan rasa simpatimu dan kasih sayangmu. Aku tahu kau telah menitikkan air mata untukku ketika orang-orang tidak menitikkan air mata untukku. Wahai orang yang lembut hatinya, Ketika orang-orang di sekitarku nyaris hilang kepekaan mereka dan masa bodoh dengan apa yang menimpa pada diriku karena mereka diselimuti rasa bosan dan jengkel atas kejadian yang sering berulang menimpa diriku, kau tidak hilang rasa pedulimu. Aku tidak memintamu untuk mengakui hal itu. Karena orang ikhlas tidak akan pernah mau mengingat kebajikan yang telah dilakukannya. Aku hanya ingin mengungkapkan apa yang saat ini kudera dalam relung jiwa. Wahai orang yang lembut hatinya, Malam itu aku mengira aku akan jadi gelandangan dan tidak memiliki siapa-siapa. Aku nyaris putus asa. Aku nyaris mau mengetuk pintu neraka dan menjual segala kehormatan diriku karena aku tiada kuat lagi menahan derita. Ketika setan nyaris membalik keteguhan imanku, datanglah Maria menghibur dengan segala kelembutan hatinya. Ia datang bagaikan malaikat Jibril menurunkan hujan pada ladang-ladang yang sedang sekarat menanti kematian. Di kamar Maria aku terharu akan ketulusan hatinya dan keberaniannya. Aku ingin mencium telapak kakinya atas elusan lembut tangannya pada punggungku yang sakit tiada tara. Namun apa yang terjadi Fahri? Maria malah menangis dan memelukku erat-erat. Dengan jujur ia menceritakan semuanya. Ia sama sekali tidak berani turun dan tidak berniat turun malam itu. Ia telah menutup kedua telinganya dengan segala keributan yang ditimbulkan oleh ayahku yang kejam itu. Dan datanglah permintaanmu melalui sms kepada Maria agar berkenan turun menyeka air mata dukaku. Maria tidak mau. Kau terus memaksanya. Maria tetap tidak mau. Kau mengatakan pada Maria: ‘Kumohon tuturlah dan usaplah air mata. Aku menangis jika ada perempuan menangis. Aku tidak tahan. Kumohon. Andaikan aku halal baginya tentu aku akan turun mengusap air matanya dan membawanya ke tempat yang jauh dari linangan air mata selama-lamanya. Maria tetap tidak mau.” Dia menjawab: “Untuk yang ini jangan paksa aku, Fahri! Aku tidak bisa.” Kemudian dengan nama Isa Al Masih kau memaksa Maria, kau katakan, “Kumohon, demi rasa cintamu pada Al Masih.” Lalu Maria turun dan kau mengawasi dari jendela. Aku tahu semua karena Maria membeberkan semua. Ia memperlihatkan semua kata-katamu yang masih tersimpan dalam handphone-nya. Maria tidak mau aku cium kakinya. Sebab menurut dia sebenarnya yang pantas aku cium kakinya dan kubasahi dengan air mata haruku atas kemuliaan hatinya adalah kau. Sejak itu aku tidak lagi merasa sendiri. Aku merasa ada orang yang menyayangiku. Aku tidak sendirian di muka bumi ini. Wahai orang yang lembut hatinya, Anggaplah saat ini aku sedang mencium kedua telapak kakimu dengan air mata haruku. Kalau kau berkenan dan Tuhan mengizinkan aku ingin jadi abdi dan budakmu dengan penuh rasa cinta. Menjadi abdi dan budak bagi orang shaleh yang takut kepada Allah tiada jauh berbeda rasanya dengan menjadi puteri di istana raja. Orang shaleh selalu memanusiakan manusia dan tidak akan menzhaliminya. Saat ini aku masih dirundung kecemasan dan ketakutan jika ayahku mencariku dan akhirnya menemukanku. Aku takut dijadikan santapan serigala. Wahai orang yang lembut hatinya, Sebenarnya aku merasa tiada pantas sedikit pun menuliskan ini semua. Tapi rasa hormat dan cintaku padamu yang tiap detik semakin membesar di dalam dada terus memaksanya dan aku tiada mampu menahannya. Aku sebenarnya merasa tiada pantas mencintaimu tapi apa yang bisa dibuat oleh makhluk dhaif seperti diriku. Wahai orang yang lembut hatinya, Dalam hatiku, keinginanku sekarang ini adalah aku ingin halal bagimu. Islam memang telah menghapus perbudakan, tapi demi rasa cintaku padamu yang tiada terkira dalamnya terhunjam di dada aku ingin menjadi budakmu. Budak yang halal bagimu, yang bisa kau seka air matanya, kau belai rambutnya dan kau kecup keningnya. Aku tiada berani berharap lebih dari itu. Sangat tidak pantas bagi gadis miskin yang nista seperti diriku berharap menjadi isterimu. Aku merasa dengan itu aku akan menemukan hidup baru yang jauh dari cambukan, makian, kecemasan, ketakutan dan kehinaan. Yang ada dalam benakku adalah meninggalkan Mesir. Aku sangat mencintai Mesir tanah kelahiranku. Tapi aku merasa tidak bisa hidup tenang dalam satu bumi dengan orang-orang yang sangat membenciku dan selalu menginginkan kesengsaraan, kehancuran dan kehinaan diriku. Meskipun saat ini aku berada di tempat yang tenang dan aman di tengah keluarga Syaikh Ahmad, jauh dari ayah dan dua kakakku yang kejam, tapi aku masih merasa selalu diintai bahaya. Aku takut mereka akan menemukan diriku. Kau tentu tahu di Mesir ini angin dan tembok bisa berbicara. Wahai orang yang lembut hatinya, Apakah aku salah menulis ini semua? Segala yang saat ini menderu di dalam dada dan jiwa. Sudah lama aku selalu menanggung nestapa. Hatiku selalu kelam oleh penderitaan. Aku merasa kau datang dengan seberkas cahaya kasih sayang. Belum pernah aku merasakan rasa cinta pada seseorang sekuat rasa cintaku pada dirimu. Aku tidak ingin mengganggu dirimu dengan kenistaan katakataku yang tertoreh dalam lembaran kertas ini. Jika ada yang bernuansa dosa semoga Allah mengampuninya. Aku sudah siap seandainya aku harus terbakar oleh panasnya api cinta yang pernah membakar Laila dan Majnun. Biarlah aku jadi Laila yang mati karena kobaran cintanya, namun aku tidak berharap kau jadi Majnun. Kau orang baik, orang baik selalu disertai Allah. Doakan Allah mengampuni diriku. Maafkan atas kelancanganku.

Wassalamu’alaikum, Yang dirundung nestapa, Noura.



dicuplik dari novel ayat-ayat cinta
Karya : Habiburrahman Saerozi

02 Februari 2009

APAKAH ITU CINTA

Bila telapak tanganmu berkeringat,
Hatimu dag dig dug,
Suaramu bagai tersangkut di tenggorokan,
Itu bukan cinta, tetapi SUKA.

Bila tanganmu tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya,
Itu bukan cinta tetapi BIRAHI.

Bila kamu menginginkannya karena tahu
Ia akan selalu berada di sampingmu,
Itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.

Bila kamu menerima pernyataan cintanya
Karena kamu tak mau menyakiti hatinya,
Itu bukan cinta tetapi KASIHAN.

Bila kamu bersedia memberikan semua
Yang kamu sukai demi dia,
Itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.

Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya
Kepada semua orang,
Itu bukan cinta tetapi KEMUJURAN.

Bila kamu mengatakan padanya bahwa ia adalah
Satu-satunya hal yang kamu pikirkan,
Itu bukan cinta tetapi GOMBAL.

Kamu MENCINTAINYA,
Ketika kamu MENERIMA KESALAHAN DIA,
Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya.

Ketika kamu RELA MEMBERIKAN HATIMU,
KEHIDUPANMU, BAHKAN KEMATIANMU;

Ketika HATIMU TERCABIK BILA IA SEDIH,
dan BERBUNGA BILA IA BAHAGIA;

Ketika kamu MENANGIS UNTUK KEPEDIHANNYA
Biarpun ia cukup tegar menghadapinya;

Ketika kamu tertarik kepada orang lain
Tetapi kamu masih SETIA bersamanya.
CINTA adalah PENGORBANAN;
MENCINTAI berarti MEMBERI DIRI.


01 Februari 2009

WHY MY MOM CRYING ?

Seorang anak bertanya kepada tuhan "tuhan mengapa ibuku menangis ?" Tuhan berkata "karena ibumu seorang wanita". Saat kuciptakan wanita, aku membuatnya menjadi spesial, kuciptakan bahunya cukup kuat untuk menahan beban dunia, walaupun bahu itu harus cukup nyaman dan lembut.

Kuberikan wanita "kekuatan" untuk dapat melahirkan seorang anak sekaligus "kekuatan" untuk menerima penolakan dari anak nya itu sendiri Kuberikan wanita "keperkasaan" untuk membuat nya tetap bertahan Saat semua orang sudah putus asa. Kuberikan wanita "kesabaran" untuk merawat keluarganya, walau letih dan lelah tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita "perasaan peka dan kasih sayang" Untuk mencintai anak2nya dalam kondisi dan situasi apapun, walau tak jarang anak2nya itu melukai perasaan dan hatinya.

Perasaan ini pula yang memberikan kehangatan pada bayi2 yang terkantuk menahan lelap dan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan wanita "kekuatan" untuk membimbing suaminya melewati masa2 sulit dan menjadi pelindung baginya. Bukankah tulang rusuklah yg melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan wanita "kebijaksanaan" untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik tidak pernah menyakiti istrinya, walaupun kadang-kadang kebijaksanaannya itu menguji kekuatan dan kesetiaannya dalam mendampingi suaminya. Akhirnya kuberikan wanita "airmata" agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada wanita Agar dapat di-pergunakan kapan-pun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang yang dimiliki wanita walau sebenarnya ini adalah "AIRMATA KEHIDUPAN".

KEPADA SAHABAT II

Waktu itu
Telah bersaksi sejuata saksi
Angin, nyiur, pantai bersama lautnya
Bernyanyi menjadi saksi
Tentang kepolosan alam
Tentang keramahan bumi
Yang hanya mampu mengutuk
Saat satu persatu mahkotanya terhempas

Dan kala milik terakhirnya ternoda
Dan orang-orang yang berbuat zina mampu berucap
Semua demi kedamaina alam
Semua demi kelestarian alam
Semua demi memperpanjang umur alam
Serta semacam demi yang terlahir demi lagi
Lalu demi.......... demi............ demikiankah..?!

Rembulan tersipu dibalik awan
Dan alampun menjadi kelam
Kala sosok tua tertaih-tatih
Hidup ini kejam sahabat
Kemarin kau dirayu
Esok mesti engkau yang merayu.

DO'A KAWAN

Seraya memekik tatkala merana
Timur luluh lantak
Australia durjana
Cermin bukan manusia

Alam menangiis
Tatkala derita terais
Rona wajah manis, habis,
Terkikis, sadis

Aku anak bangsa
Sama seperti mereka
Manusia yang sengsara
Merasakan derita

Tuhan tunjukkan jalan
Petunjuk berikan
Mereka sejahterakan
Untuk hari esok dan masa depan.

TAHAJJUD CINTA SEORANG HAMBA

Maha Anggun Tuhan menciptakan hanya kebaikan
Maha Agung Ia mustahil menganugerahkan keburukan
Apakah yang menyelebungi kehidupan selain cahaya
Kegelapan hanyalah ketika taburan cahaya tak diterima

Kecuali kesucian tidaklah Tuhan berikan kepada kita
Kotoran adalah kesucian yang hakekatnya tak terpelihara
Katakan kepadaku adakah neraka itu kufur dan durhaka
Sedangkan bagi kjeadilan hukum ia menyediakan dirinya

Kemanapun memandang yang nampak hanyalah kebenaran
Kebathilan hanyalah kebathilan yang tak diberi ruang
Maha Anggun Tuhan yang menciptakan hanya kebaikan
Suapi ia makanan agar tak lapar dan berwajah keburukan

Tuhan... kekasihku tak mengajari apapun kecuali cinta
Kebencian tak ada kecuali cinta kau lukai hatinya
.
(diambil dari puisi tahajjud cinta seorang hamab karya CAK NUN)

KEPADA SAHABAT I

Derita janji menebar pasti
Di penghujung jalan ia termenung sendiri
Meyakinkan gejolak hati
Menyibak sepanjang perjalanan hidup dan pengabdian
Langkah yang dihentak
Lirik do’a yang dipinta
Untuk kekuatan yang memutar alam semesta

Sahabat..............
Dipintu langit ia berkisah tentang musafir
Yang menghadang dunia tanpa percik lelah
Biru awan berarak kadang tersapu mega
Diamnya berada dalam kegamangan
Dan jiwanya telah terikat pada sebuah mata
Debur arti menyelimuti arti
Tersibak bersama ganasnya aral
Nun, disitu ia sembunyi
Saat nanti bersama damai hati

Kala sore berganti wedar
Ia tetap menjalani peta yang ada
Mata nagin tetap setia melingkari jiwa
Dalam misteri yang ia rengkuh
Lain dengan tepukan yang terpeluk
Dan masih ia bersatu
Pada baluran macam warna
Didalam detik waktu

Ia senandung
Dan malaikat mengiringi tiap baitnya
Alam mengimbangi syairnya
Desau angin terus mengikuti iramanya
Pipit yang bertengger manja dipundaknya
Menyiratkan kedalaman nuansa harmoninya
Begitulah musafir itu ada
Lalu hilang bersama malam.

30 Januari 2009

Kiai Yazid dan Si Anjing Hitam

Syahdan, pada zaman dahulu, ada seorang kiai besar yang sangat dihormati. Orang-orang di sekitarnya memanggi Kiai Yazid --lengkapnya Kiai Abu Yazid al-Bustami. Santrinya banyak. Mereka belajar di bawah bimbingan Sang Guru. Mereka datang dari berbagai penjuru dunia; ada yang dari Irak, Iran, Arab, Tanah Gujarat, Negeri Pasai dan sebagainya. Mereka setia dan tunduk patuh atas semua naSihat dan bimbingan Sang Mursyid.

Selain Kiai Yazid punya santri di pesantrennya, banyak pula masyarakat yang menginginkan nasihat dari beliau. Mereka pun datang dari berbagai penjuru dunia. Ada yang menanyakan tentang perjalanan spiritual yang sedang dihayatinya, ada pula yang bertanya cara menghilangkan penyakit-penyakit hati, bahkan tak jarang yang menginginkan usaha mereka lancar serta keperluan-keperluan yang Sifatnya pragmatis dan teknis lainnya. Semuanya dilayani dan diterima dengan baik oleh Sang Kiai.

Meski demikian, kadang-kadang terjadi pula tamu yang datang dengan maksud menguji dan mencobai Sang Kiai: apakah Kiai Yazid itu memang benar-benar waskita (tajam penglihatan mata batinnya)?

Para tamu yang datang, bukan hanya didominasi kalangan lelaki saja, tetapi juga ada perempuan sufi yang belajar kepadanya. Mereka ingin ber-taqarrub kepada Allah sebagaimana yang dilalui Sang Kiai. Di antara mereka ada yang berhasil, ada pula yang gagal di tengah jalan. Semua itu, kata Kiai Yazid, memang bergantung pada ketekunannya masing-masing. Beliau hanya mengarahkan dan membimbing; semuanya bergantung dari keputusan-Nya jua.

Karena ke-’alim-annya itu, akhirnya masyarakat memang benar-benar menganggap bahwa Kiai Yazid adalah sosok yang patut dijadikan tauladan atau panutan. Bukan hanya itu. Para kalangan sufi pun menghormati kedalaman rasa Sang Kiai. Para sufi pun banyak yang mengajak diskusi, konsultasi, musyawarah dan membahas soal-soal spiritual yang pelik-pelik. Nglangut. Hadir dan menghadirkan. Berpisah dan bersatu.

Kedalaman rasa Sang Kiai, misalnya, ia bisa saja merasa kesepian atau "menyendiri" ketika berkumpul dengan orang banyak. Di tempat lain, Sang Kiai sangat merasakan ramai, padahal ia sendirian. Begitulah, semua rasa itu tertutup oleh penampilan beliau yang memikat, mengayomi, melindungi, mengajar, dan gaul dengan banyak orang.
***
Pada suatu hari, Kiai Yazid sedang menyusuri sebuah jalan. Ia sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Ia mengalir begitu saja. Maka dengan enjoy-nya ia berjalan di jalan yang lengang nan sepi.

Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam berlari-lari. Kiai Yazid merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. E?.ternyata tahu-tahu sudah dekat; di sampingnya. Melihat Kiai Yazid --secara reflek dan spontan-- segera mengangkat jubah kebesarannya. Tindakan tadi begitu cepatnya dan tidak jelas apakah karena -barangkali-- merasa khawatir: jangan-jangan nanti bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis itu!

Tapi, betapa kagetnya Sang Kiai begitu ia mendengar Si Anjing Hitam yang di dekatnya tadi memprotes: "Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa!"

Mendengar suara Si Anjing Hitam seperti itu, Kiai Yazid masih terbengong: benarkah ia bicara padanya?! Ataukah itu hanya perasaan dan ilusinya semata? Sang Kiai masih terdiam dengan renungan-renungannya.

Belum sempat bicara, Si Anjing Hitam meneruskan celotehnya: "Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan di antara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubah sebagai seorang Parsi (kesombonganmu), dirimu tidak akan menjadi bersih walau engkau membasuhnya dengan tujuh samudera sekalipun!"

Setelah yakin bahwa suara tadi benar-benar suara Si Anjing Hitam di dekatnya, Kiai Yazid baru menyadari kekhilafannya. Secara spontan pula, ia bisa merasakan kekecewaan dan keluh kesah Si Anjing Hitam yang merasa terhina. Ia juga menyadari bahwa telah melakukan kesalahan besar; ia telah menghina sesama makhluk Tuhan tanpa alasan yang jelas.

"Ya, engkau benar Anjing Hitam," kata Kiai Yazid, "Engkau memang kotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Karena itu, marilah kita berteman dan bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih!"

Ungkapan Kiai Yazid tadi, tentu saja, merupakan ungkapan rayuan agar Si Anjing Hitam mau memaafkan kesalahannya. Jikalau binatang tadi mau berteman dengannya, tentu dengan suka rela ia mau memaafkan kesalahannya itu.

"Engkau tidak pantas untuk berjalan bersama-sama denganku dan menjadi sahabatku! Sebab, semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kehadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu, tetapi Siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu sebagai raja di antara para mistik. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang pun, tetapi engkau memiliki sekarung gandum untuk makanan esok hari!" kata Si Anjing Hitam dengan tenang.

Kiai Yazid masih termenung dengan kesalahannya pada Si Anjing Hitam. Setelah dilihatnya, ternyata Si Anjing Hitam telah meninggalkannya sendirian di jalanan yang sepi itu. Si Anjing Hitam telah pergi dengan bekas ucapannya yang menyayat hati Sang Kiai.

"Ya Allah, aku tidak pantas bersahabat dan berjalan bersama seekor anjing milik-Mu! Lantas, bagaimana aku dapat berjalan bersama-Mu Yang Abadi dan Kekal? Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yang termulia di antara makhluk-Mu yang terhina di antara semuanya!" seru Kiai Yazid kepada Tuhannya di tempat yang sepi itu.

Kemudian, Kiai Yazid dengan langkah yang sempoyongan meneruskan perjalanannya. Ia melangkahkan kakinya menuju ke pesantrennya. Ia sudah rindu kepada para santri yang menunggu pengajarannya.
***
Keunikan dan ke-nyleneh-an Kiai Yazid memang sudah terlihat sejak dulu. Kepada para santrinya, beliau tidak selalu mengajarkan di pesantrennya saja, tetapi juga diajak merespon secara langsung untuk membaca ayat-ayat alam yang tergelar di alam semesta ini. Banyak pelajaran yang didapat para santri dari Sang Kiai; baik pembelajaran secara teoritis maupun praktis dalam hubungannya dengan ketuhanan.

Suatu hari, Kiai Yazid sedang mengajak berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. Jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Setelah diamati secara seksama, ternyata ia bukanlah Si Anjing Hitam yang dulu pernah memprotesnya. Ia Si Anjing Kuning yang lebih jelek dari Si Anjing Hitam. Begitu melihat Si Anjing Kuning tadi terlihat tergesa-gesa --barangkali karena ada urusan penting-- maka Kiai Yazid segera saja mengomando kepada para muridnya agar memberi jalan kepada Si Anjing Kuning itu.

"Hai murid-muridku, semuanya minggirlah, jangan ada yang mengganggu Si Anjing Kuning yang mau lewat itu! Berilah dia jalan, karena sesungguhnya ia ada suatu keperluan yang penting hingga ia berlari dengan tergesa-gesa," k ata Kiai Yazid kepada para muridnya.

Para muridnya pun tunduk-patuh kepada perintah Sang Kiai. Setelah itu, Si Anjing Kuning melewati di depan Kiai Yazid dan para santrinya dengan tenang, tidak merasa terganggu. Secara sepintas, Si Anjing Kuning memberikan hormatnya kepada Kiai Yazid dengan menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa terima kasih. Maklum, jalanan yang sedang dilewati itu memang sangat sempit, sehingga harus ada yang mengalah salah satu; rombongan Kiai Yazid ataukah Si Anjing Kuning.

Si Anjing Kuning telah berlalu. Tetapi rupanya ada salah seorang murid Kiai Yazid yang memprotes tindakan gurunya dan berkata: "Allah Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhluk-Nya. Sementara, kiai adalah raja di antara kaum sufi, tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing jelek tadi. Apakah pantas perbuatan seperti itu?!"

Kiai Yazid menjawab: "Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku: "Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian dulu sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja di antara para mistik (kaum sufi)?" Begitulah yang sampai ke dalam pikiranku dan karena itulah aku memberikan jalan kepadanya."

Mendengar penjelasan Kiai Yazid seperti itu, murid-muridnya manggut-manggut. Itu merupakan pertanda bahwa mereka paham mengapa guru mereka berlaku demikian. Semuanya diam membisu. Mereka tidak ada yang membantah lagi. Mereka pun terus meneruskan perjalanannya. ***
(Inspirasi cerita: Kisah Abu Yazid al-Busthomi, tokoh besar dari kalangan kaum sufi)
Tulungagung, 9 Oktober 2003

TEMUILAH aku di bukti itu.

Jika engkau menyukai pendakian, engkau akan menjumpai aku. Bukit itu sangat dekat dengan nadimu. Tanpa engkau tahu, aku telah menunggumu sejak berabad-abad lalu. Datanglah, sebelum rindu cemasku membatu.

Engkau tak perlu menakar keberanianmu untuk menempuh pendakianmu. Engkau pun tak perlu memeras banyak keringatmu. Mungkin kau temui jalan sedikit berliku, tapi percayalah engkau akan disambut ramah bebatuan dan tanah. Di balik belukar, memang ada beberapa ular, namun engkau tak perlu khawatir. Mereka akan segera menyingkir sebelum engkau hadir.

Abad demi abad telah berpacu-berlari, namun bukit itu tetap ada di sana, hanya selapis tipis dari impianmu. Jika selapis impianmu bisa kau terobos, maka engkau akan sampai di sana: Bukit Bayang. Tak lebih dari 1.000 meter engkau mendaki. Tak akan ada rasa nyeri merajam kaki. Engkau tak perlu khawatir untuk tergelincir. Para petani yang membajak tanah dengan hati atau para peladang yang berdada lapang, telah menyediakan jalan setapak itu kepadamu. Juga pohon-pohon akasia dan kemboja telah menyediakan rindang pendakian.

Temuilah aku di bukit itu, sebelum rindu cemasku membatu, sebelum aliran darahmu membeku. Bukankah angin telah menyebarkan kabar itu kepadamu, hingga kerinduanku pun luluh dalam detak nadimu.

Hatiku pun terlonjak, saat angin dari utara mengabarkan kedatanganmu. Kau bawa jiwamu yang sepi dan menggigil. Kau bawa sumpah serapahmu kepada kota yang bengis, kikir dan rakus. Kau bawa seluruh lukamu. Masuklah engkau kepadaku, masuklah. Kujabat jari-jemarimu, kudekap gigil jiwamu. Kuhapus keringat jiwa lelahmu. Kupadamkan api amarahmu dalam kubangan kesunyianku yang menggenang berabad-abad.

Kurasakan getar jiwamu, saat engkau memasuki gerbang pemakaman bisu. Kurasakan pula degub jantungmu yang terpompa kecemasanmu.

Namun, engkau gagal menarik kakimu surut ke belakang. Engkau terus melangkah. Perlahan. Daun-daun kering akasia dan kemboja yang kau injak menjelma suara risik, hingga seluruh ruangan itu tergetar.

Engkau menatapku, menatap kami: tumpukan kaum batu putih terbalut lumut abadi: batu-batu nisan dan batu-batu yang menjelma benteng tanpa perekat, hingga begitu rapuh dan patah. Engkau mendekatiku, mendekati kami. Meraba. Menebak-nebak, entah untuk apa. Tapi aku suka.

Kau baca urat-uratku, urat-urat kami bangsa batu, hingga keningmu berkerut-kerut. Engkau penasaran, ingin tahu berapa usiaku. Dari lipatan ingatanmu%

Wahai kekasihku…………….

Wahai kekasihku…………….
Bisi bibirku mendengar rintih kerinduanmu. Keluhatiku melihat derai tangismu, sungguh kasihku, tiada maksud hati ini menyiksamu dengan kealpaanku, namun apalah dayaku ini..................
Biar angin bawa rindumu padaku, biar merpatiku nyanyikan tangismu untukku...
Asal aku menantimu disini, dan aku akan menanti selalu nyanyian rindumu datang padaku..............

24 Januari 2009

JUDI SMS MENGGILAAAA ……

Tiap stasiun televisi di Indonesia mempunyai acara kontes-kontesan.
Tengok saja misalnya AFI, Indonesian Idol, Penghuni Terakhir, KDI, Putri
Cantrik, dsb.
Sejatinya, tujuan dari acara ini bukan mencari bibit penyanyi terbaik.
Acara ini hanya sebagai kedok. Bisnis sebenarnya adalah SMS premium.

Bisnis ini sangat menggiurkan,
lagi pula aman dari jeratan hukum — setidaknya sampai saat ini.
Mari kita hitung. Satu kali kirim SMS biayanya
–anggaplah- - Rp 2000.
Uang dua ribu rupiah ini sekitar 60% untuk penyelenggara SMS Center
(Satelindo, Telkomsel, dsb).
Sisanya yang 40% untuk “bandar” (penyelenggara) SMS.
Siapa saja bisa jadi bandar,
asal punya modal untuk sewa server yang terhubung ke Internet nonstop 24
jam per hari dan membuat program aplikasinya.
Jika dari satu SMS ini “bandar” mendapat 40% (artinya sekitar Rp 800),
maka jika yang mengirimkan sebanyak 5% saja dari total penduduk
Indonesia (Coba anda hitung, dari 100 orang kawan anda, berapa yang
punya handphone?
Saya yakin lebih dari 40%), maka bandar ini bisa meraup uang sebanyak Rp
80.000.000.000
(baca: Delapan puluh milyar rupiah).
Jika hadiah yang diiming-imingkan adalah ?
rumah senilai 1 milyar, itu artinya bandar hanya perlu menyisihkan 1,25%
dari keuntungan yang diraupnya sebagai “biaya promosi”!
Dan ingat, satu orang biasanya tidak mengirimkan SMS hanya sekali.
Masyarakat diminta mengirimkan SMS
sebanyak-banyaknya
agar jagoannya tidak tersisih,
dan “siapa tahu” mendapat hadiah.
Kata ��siapa tahu” adalah untung-untungan, yang mempertaruhkan pulsa
handphone.
Pulsa ini dibeli pakai uang.
Artinya : Kuis SMS adalah 100% judi.

Begitu menggiurkannya bisnis ini,
sampai-sampai Nutrisari membuat iklan yang saya pikir menyesatkan.
Pemirsa televisi diminta menebak, “buka” atau “sahur”, lalu jawabannya
dikirim via SMS.
Ada embel-embel gratis.
Ada kata, “dapatkan handphone… ” Saya bilang ini menyesatkan, karena
pemirsa televisi bisa menyangka :
“Dengan mengirimkan SMS ke nomor sekian yang gratis (toll free), saya
bisa mendapat handphone gratis”.

Kondisi ini sudah sangat menyedihkan.
Bahkan sangat gawat.
Lebih parah daripada zaman Porkas atau SDSB.
Jika dulu, orang untuk bisa berjudi harus mendatangi agen, jika dulu
zaman jahiliyah orang berjudi dengan anak panah, sekarang orang bisa
berjudi, hanya dengan beberapa ketukan jari di pesawat handphone!
..
Tolong bantu sebarkan kampanye anti judi SMS ini.
Tanpa bantuan anda, kampanye ini akan meredup dan sia-sia belakan

Semoga berita ini dapat mencelikan kita semua agar jangan mau lagi dijadikan
alat & membantu perjudian modern ala era Informasi saat ini.

18 Januari 2009

K A U


Ada seribu bintang kejora dimatamu
Yg semula memberi cahaya
Memberi segenggam harapan
Dalam gelap cengkraman malam
Dalam tebing sunyi kegelapan
Mengapa engkau terengah?
Mengapa engkau semakin redup?
Yg kumau kau beringsut
Yg ku mau kau pergi jauh
Dari tahta kilaumu
Dari dunia kemunafikan
Buka mata dan hatimu
Simak dan fahamilah
Sebuah hati terluka
Dalam liang kehancuran
Antara hidup dan mati.

FAJAR NAFASKAN SENJA


Nafas fajarkan senja
Cinta datang ku kehìlangan arah
Muntahkan semua kenangan dan cumbuan yg pernah terjadi
Saat cinta membawa
Aku pun acuh....
Kau larang tuk bertanya
Juga jatuh cinta
Ku tak harapkan selalu kau mengerti
Dan tak dambakan akan keabadian...
Kau tak ingin aku terikat
Dan tak ingin akupun kecewa
Aku tidak mengharapkan banyak
Tak ingin mengikatmu selamanya....
Asmara cinta kita telah usai
Pertanda cinta telah berahir
Percintaan berlalu....
Biarkan aku sendiri
Kehilangan gairah bahkan menambah duka
Kau tak mendengar, juga tak bertanya
Tinggal air mata dan sesal
Hanyalah percintaan yang ku tunggu
Hati yg luka untukmu
Tercinta........

17 Januari 2009

Maafkan daku


Dengan segala ketulusan dan kerendahan hati, dg segenap pengharapan yg terpinta, aku bersimpuh memohon maaf kepada semua yg merasa tersakiti atau terganggu dengan tulisan yg ada diblog ini. Sungguh, tiada terlintas sedikitpun dihatiku untuk sengaja membuat anda semua merasa terusik ataupun terganggu. Sekali lagi, aku mohon kerelaan hati dan maaf atas segala tingkahku yg tiada patut ini.

15 Januari 2009

14 Januari 2009

Adakah kau tahu



Dalam bening bola matamu
Kumenatap ada getaran
Yg tak bisa aku telusuri
Akan kemanakah getaran itu berlabuh
Adakah kau tahu...
Ada sepotong hati disini
Yg menginginkan lebih dari sekedar kasih sayang
Aku menginginkan cintamu
Cinta yg dapat membimbing aku
Memberi rasa tenang dalam hari-hariku
Dan memberi kedamaian......
Dalam setiap menatapmu
Ingin ku dapat semua ìtu darimu
Karena aku sayang kamu
Adakah kau tahu.....

Kerinduan


biarkan, biarkanlah aku mengutarakan isi htq pd kekshq dan jgnlah kalian mengatakan yg dmkian ini haram. ketahuilah wahai merpati... knp aq menangis, tangisanq ini krn rinduq pd kekshq. jgnlah engkau menghinaq. btp berat beban kerinduanq ini, ketahuilah hanya pertemuan dg kekshq itulah penawarnya. wahai engkau yg bertemu dg kekshq... sampaikanlah salam rinduq ini pdnya.

Keindahan


Keindahan luar ibarat bunga, yg betapa indah rupa dan warnanya pasti kan layu jg. Sedangkan keindaha dalam akan semakin berurat dah berakar dilubuk hati yg paling dalam.

13 Januari 2009

LAMUNANKU ( di suatu sore yang jenjang )

LAMUNANKU (DI SUATU SORE YANG JENJANG)


Di suatu sore yang jenjang
Ku berdiri
Ku telanjangkan hati,
Selami diri, menekan emosi

Mengapa aku harus terhenti oleh tragedi?

Batu sandungan anggap saja cobaan
Caci maki biarkan ku telan
Hitam, kelam, kotor, kusam
Bukankah itu sebuah proses menuju paham?

Masih banyak soal di depan
Yang penting jangan fikirkan
yang tak penting
Biarkan diri ini terpelanting
Jauh masuk menembus dinding yang asing

Sore beranjak padam
Mentari yang gagah kini pulang
Terbenam dibalik sesosok bayang ...

Sementara aku,
Aku masih disini terdiam
Tenggelam dalam redupnya kelam

Gema terngiang akupun padam
Memadamkan ego yang tak mau diam

Di suatu sore yang jenjang
Ku berdiri
Ku tersadar ku harus tetap tegar
Hadapi semuannya dengan semangat yang kekar

Satu langkah kedepan adalah
Hal yang sangat besar...

11 Januari 2009

Bunga Hidup Tanpa Kata-Kata

Bila perjalanan hidup boleh dibingkai seperti lukisan-lukisan bergerak, kemudian diklasifikasikan, dikerangkakan dan disimpulkan, ada semacam lompatan-lompatan dalam hidup saya. Dan lompatan paling akhir, ketika harus ‘turun gunung’ menjadi CEO perusahaan. Bayangkan, dari dunia konsultan, pembicara publik, dan penulis yang amat boros kata-kata, ke dunia CEO yang irit kata-kata. Serupa dengan sejumlah pemimpin yang lama duduk di kursi pengamat, kemudian duduk kebingungan di kursi kekuasaan – terutama karena kata-kata terasa tidak berdaya. Sayapun pernah dihinggapi gejala serupa.
Dalam dunia konsultan, presentasi (baca : kata-kata) yang diakhiri dengan langkah-langkah plus tenggat waktunya sudah bisa mengindikasikan bahwa ia sudah bekerja. Dalam dunia CEO, tentu saja ini jauh dari cukup. Akan mengundang banyak tawalah, kalau seorang CEO hanya berpresentasi, kemudian mengharapkan semuanya berjalan setelah itu.
Lebih dari sekadar terbatas daya bantunya, penggunaan kata-kata yang berlebihan dalam kehidupan CEO sering kali malah bisa mencelakakan. Lebih-lebih dalam lingkungan organisasi yang stok berfikir positifnya amat terbatas. Kata-kata berlebihan hanya akan membuat kaidah ‘mulutmu adalah harimaumu’ berjalan secara meyakinkan. Dan, diterkamlah kita oleh harimau buatan kita sendiri.
Di kancah politik praktis, Anda tahu sendirilah, ada banyak pemimpin yang sudah diterkam kejam oleh harimau jenis terakhir. Mungkin ini pelajaran berguna bagi orang-orang yang lama boros kata-kata seperti saya ini. Dulunya, tanpa kata-kata rasanya dunia tidak berputar. Lebih-lebih di sekolah bisnis di mana saya dibesarkan dulu. Battle for the air dalam diskusi sering dan teramat sering terjadi. Tanpa kata-kata, dipastikan nilai partisipasi saya jeblok tidak tertolong siapapun. Padahal, nilai terakhir amat menentukan nasib kelulusan.
Lebih-lebih dunia konsultan, pembicara publik dan penulis, lebih dari enam puluh persen kendaraan kemajuan bermodalkan kata-kata. Tiada hari tanpa kata-kata, mungkin itu prinsip yang bisa mewakili. Nah, ketika secara tiba-tiba sejarah kehidupan dijungkirbalikkan ke dalam kehidupan CEO yang berharimaukan kata-kata, maka terkejutlah saya.
Dalam klasifikasi sederhana, tugas CEO ada tiga : fine tuning, visioning, future creation. Dalam tugas pertama, ia menjadi lem perekat oraganisasi. Dalam tugas kedua, ia menjadi orang yang berjalan paling depan lengkap dengan gambarnya akan masa depan. Dan dalam tugas terakhir, melalui keputusan-keputusannya ia sedang menciptakan masa depan semua orang.
Dan ketiga-tiga tugas ini, adalah tugas yang amat irit kata-kata. Action speaks much louder than any words, inilah dunia CEO. Entah Anda belajar dari mana, saya belajarnya dari bunga. Ia tidak berbicara, namun tetap berguna banyak dengan menaburkan keharuman dan keindahan. Di tempat manapun, dan di waktu manapun, bunga senantiasa bekerja dengan tindakan-tindakannya.
Ada yang mengkhawatirkan, kegiatan irit kata-kata ini bisa menarik kita ke jurang miskomunikasi. Tentu saja tidak keliru. Dan di sinilah tantangannya. Menjaga keseimbangan, antara dunia tindakan dan dunia kata-kata. Bedanya, kalau dunia kata-kata memiliki ruang interpretasi yang lebih sempit, dunia tindakan yang diam memiliki ruang interpretasi yang lebih lebar. Bahkan, kelebarannyapun tidak pernah bisa didefinisikan sampai kapanpun.
Ia memang mengundang jutaan penafsiran, namun tetap ada batasnya. Angka-angka kinerja, itulah batas-batas dari tindakan yang diam. Sama dengan bunga, ia memiliki batas antara tumbuh, berbunga dan kemudian layu. Namun, dalam keadaan apapun (layu maupun berkembang) bunga tetap bunga.
Dunia kepemimpinan juga serupa, kendati sedikit tidak sama. Ada pemimpin yang setelah bunganya layu menghadirkan bau busuk. Ada pemimpin yang setelah layu, harumnya bahkan merebak hampir selama dan sepanjang sejarah manusia (coba perhatikan kepemimpinan Mahatma Gandhi misalnya). Yang tampak jelas dan terang, pemimpin-pemimpin seperti Gandhi amat irit dengan kata-kata, namun boros dengan tindakan.
Tindakan yang diam memang tidak berisik, tidak mengundang tepuk tangan segera. Apa lagi yang namanya tindakan melalui pengorbanan, ia bisa membuat kepala terinjak-injak kaki orang lain. Gengsi, reputasi, harga diri adalah serangkaian hal yang siap terkorbankan. Namun, sebagaimana bunga yang tidak pernah minta dipuji, dan juga tidak takut dimaki, ia hanya bertindak, bertindak dan bertindak. Sepertinya tidak pernah lelah, apapun cuacanya, dipuji maupun dimaki, ada saja bunga yang menghadirkan keharuman-keharuman.
Kendati di rumah telah lama memiliki taman bunga, saya memang belum bisa meniru kearifan kepemimpinan ala bunga. Mungkin, bunga hadir dalam kehidupan saya untuk terus mengingatkan saya akan pentingnya hidup dengan sedikit kata-kata. Tulisan ini, sebenarnya hanya sebuah penghianatan terhadap bunga. Boros sekali dengan kata-kata, tetapi tidak bisa mengungkapkan ke Anda secara jelas apa dan di mana tindakannya.


PERINGATAN BUAT GADISKU

Gadisku..... sesungguhnya kejadianmu terlalu unik, tercipta dari tulang rusuk Adam yang bengkok menghiasai taman-taman indah lantas menjadi perhatian sang kumbang.Kau umpama sekuntum bunga, harum aromamu bisa menarik perhatian sang kumbang untuk mendekatimu namun...... tidak semua bunga senang untuk didekati oleh sang kumbang lantaran duri yang memagari dirinya umpama mawar, dari kejauhan sudah terhidu akan keharumannya serta kilauan warnanya yang memancar indah mengundang kekaguman terhadap sang kumbang....... tapi awas duri yang melingkari bisa membuatkan sang kumbang berfikir beberapa kali untuk mendekatinya......

Gadisku....Aku suka sekiranya kau seperti mawar aspirasi setiap mujahidah.Bentengilah dirimu dengan perasaan malu yang bertunjangkan rasa keimanan dan keindahan taqwa kepada Allah...Hiasilah wajah mu dengan titisan wudhuk..... ingatlah bahwa ciri-ciri seorang wanita solehah ialah ia tidak melihat kepada lelaki dan lelaki tidak melihat kepadanya. sesuatu yang tertutup itu lebih berharga jika dibandingkan dengan sesuatu yang terdedah......umpama sebutir permata yang didedahkan buat perhatian umum dengan permata yang diletakkan dalam satu bekas yang tertutup..... sudah pasti nya keinginan untuk melihat permata yang tersembunyi itu melebihi daripada yang terdedah, wanita solehah yang taat dan patuh pada Al Khaliq dalam melayari liku-liku kehidupannya adlah harapan setiap insan yang bernama Adam...... namun............. ianya memerlukan pergobanan dan mujahadah yang tinggi kerana ianya bercanggah dengan nafsu serakah yang bersarang dalam dirimu lebih-lebih lagi title gadis yang kau miliki sudah pastinya darah mudamu mecabar rasa keimanan yang ada... namun ingatlah gadisku.... sesiapa yang inginkan kebaikan maka Allah akan memudahkan baginya jalan-jalan kearah itu, yang penting gadisku engkau mesti punyai azam, usaha dan istiqomah..........
Gadisku....Akuilah hakikat dirimu menjadi fitnah kepada kebanyakan lelaki... seandainya pakaian malumu kau tanggalkan dari tubuhmu maka sudah tidak ada lagi perisai yang dapat membentengimu... sesungguhnya nabi ada mengatakan tentang bahaya dirimu ‘ Tidak ada suatu fitnah yang lebih besar yang lebih bermaharajalela selepas wafatku terhadap kaum lelaki selain fitnah yang berpunca daripada wanita ‘ .... Oleh itu gadisku setiap langkah dan tindakanmu hendaklah berpaksikan kepada Al Quran dan As Sunnah, jangan biarkan orang lain mengeksploitasikan dirimu untuk kepentingan tertentu..... sesungguhnya Allah telah mengangkat martabatmu sebaris dengan kaum Adam...Kau harapan ummah dalam melahirkan para mujahid dan mujahidah yang bisa menggoncangkan dunia dengan sentuhan lembut tangan mu..... Gadisku...Dalam hidupmu pastinya ingin disayangi dan menyayangi, itulah fitrah semula jadi setiap insani namun ramai diantara kamu yang tewas kerana cinta...Bercinta itu tidak salah tapi memuja cinta itu yang salah, kerana cinta manusia sanggup menjual agama dan kerana cinta maruah tergadai.Gejala murtad serta keruntuhan moral muda mudi sebahgian besarnya kerana sebuah cinta...Benarlah sabda Rasulullah SAW ‘ Sesungguhnya cinta itu buta ‘ cinta itu mampu membutakan mata dan hatimu dalam membezakan perkara yang hak dan yang batil apabila kau meletakkan cinta itu atas dasar nafsu dan tidak kerana Allah SWT... sebelum kau mendekati cinta, cintailah dirimu terlebih dahulu, mengkaji hakikat kejadianmu yang begitu simbolik, yang berasal daripada setitis air yang tak berharga lalu mengalami proses pembentukan yang direncanakan oleh Allah.. semoga disana mampu melahirkan rasa keagungan dan kehebatan terhadapNya dan timbul rasa cinta dan kasih pada penciptamu...........
Gadisku......Mencintai Allah dan rasul melebihi cinta terhadap makhluk adalah cinta yang hakiki dan abadi kerana hati yang pecah dan retak apabila diberikan kepada makhluk pastinya akan bertambah retak dan terburai tapi apabila hatimu diserah kepada Allah sudah pasti ia akan bertaut kembali..Dalam seusia mu sibukkan lah dirimu dengan ilmu yang mampu mempertajamkan akal dan mampu membina syakhsiah muslimahmu..... sesungguhnya ilmu itu cahaya dan ilmu tidak mampu bertapak dalam hati orang yang melakukan maksiat.Buat akhirnya terimalah kata-kata seorang ahli sufii iaitu Rabiatul Adawiah sebagai renungan bersama : ‘ Cintakan manusia itu tidak mewujudkan kebahagian yang abadi untuk seseorang insan, kerana ia tidak kekal, cintakan manusia seringkali membuatkan seorang itu gagal, kecewa, menderita dan tersiksa, oleh itu tidak ada suatu cinta pun yang dapat membuahkan kebahagiaan dan kenikmatan yang kekal abadi kecuali cinta kepada pencipta manusia sendiri ‘ Sekian.....Wassalam. Hiasilah Diri Kita Dengan KEIMANAN Bukan Dengan KEEGOAN.

SIAPA TAHU ADA YANG BACA

Meskipun kita tidak bisa selalu berlandaskan teori tapi ada baiknya kita sedikit belajar dari teori tsb… Walaupun tidak sepenuhnya benar……

Seseorang yg mencintai kamu, tidak bisa memberikan alasan mengapa ia mencintaimu. Dia hanya tau, dimata dia, kamulah satu satunya.
Seseorang yg mencintai kamu, sebenarnya selalu membuatmu marah/gila/jengkel/stres. Tp ia tdk pernah tau hal bodoh apa yg sudah ia lakukan, karna semua yang ia lakukan adalah untuk kebaikanmu.
Seseorang yg mencintai kamu, jarang memujimu, tetapi di dlm hatinya kamu adalah yg terbaik, hanya ia yg tau.
Seseorang yg mencintai kamu, akan marah-marah atau mengeluh jika kamu tdk membalas pesannya atau telp nya, karna ia peduli dan ia tdk ingin sesuatu terjadi ke kamu.
Seseorang yg mencintai kamu, hanya menjatuhkan airmatanya di hadapanmu. Ketika kamu mencoba utk menghapus air matanya, kamu telah menyentuh hatinya, dimana hatinya selalu berdegup / berdenyut / bergetar utk kamu.
Seseorang yg mencintai kamu, akan mengingat setiap kata yg kamu ucapkan, bahkan yg tdk sengaja dan ia akan selalu menggunakan kata2 itu tepat waktunya.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk akan memberikan janji apapun dgn mudah, karna ia tdk mau mengingkari janjinya. Ia ingin kamu utk mempercayainya dan ia ingin memberikan hidup yg paling bahagia dan aman selama lamanya.
Seseorang yg mencintai kamu, mungkin tdk bisa mengingat kejadian/kesempatan istimewa, seperti perayaan hari ulang tahunmu, tp ia tau bhw setiap detik yg ia lalui, ia mencintai kamu, tdk peduli hari apakah hari ini.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk mau berkata Aku mencintaimu dgn mudah, karna segalanya yg ia lakukan utk kamu adalah utk menunjukkan bhw ia siap mencintaimu, tetapi hanya ia yg akan mengatakan kata I Love You pada situasi yg spesial, karna ia tdk mau kamu salah mengerti, dia mau kamu mengetahui bhw ia mencintai dirimu.
Seseorang yg bener2 mencintai kamu, akan merasa bhw sesuatu harus dikatakan sekali saja krn ia berpikir bhw kamu telah mengerti dirinya. Jika berkata terlalu banyak, ia akan merasa bhw tdk ada yg akan membuatnya bahagia / tersenyum.
Seseorang yg mencintai kamu, akan pergi ke airport utk menjemput kamu, dia tdk akan membawa seikat mawar dan memanggilmu sayang seperti yg kamu harapkan. Tetapi, ia akan membawakan kopermu dan menanyakan: Mengapa kamu menjadi lebih kurus dalam waktu 2 hari? Dengan hatinya yg tulus.
Seseorang yg mencintai kamu, tdk tahu apakah ia harus menelponmu ketika kamu marah, tetapi ia akan mengirimkan pesan setelah bbrp jam. Jika kamu menanyakan: mengapa ia telat menelepon, ia akan berkata: Ketika kamu marah penjelasan dari dirinya semua hanyalah sampah. Tetapi, ketika kamu sudah tenang, penjelasannya baru akan benar2 bekerja /manjur / berguna.
Seseorang yg mencintaimu, akan selalu menyimpan semua benda yg telah kamu berikan, bahkan kertas kecil bertuliskan ' I LOVE U ' ada di dalam dompetnya dan Seseorang yg mencintaimu, jarang mengatakan kata2 manis. Tp kamu tau, 'kecupannya' sudah menyalurkan semua........
Seseorang yang mencintai kamu akan selalu berusaha membuat-mu tersenyum dan tertawa walau terkadang caranya membingungkanmu..
Seseorang yang mencintaimu akan membalut hatimu yang pernah terluka dan menjaganya dengan setulus hati agar tidak terluka lagi...dan ia akan memberikanmu yang terbaik walau harus menyakiti hatinya sendiri
Seseorang yang mencintaimu...akan rela melepaskan mu pergi bila bersamanya kamu tidak bahagia...dan ia akan ikut bahagia walau kamu yang dicintainya bahagia bersama orang lain Pernahkah kamu mencintai seperti itu ???? maka Berbahagialah orang yg dicintai oleh dirimu....

08 Januari 2009

PEREMPUAN DALAM DO’A

PEREMPUAN DALAM DO’A

Perempuan itu bagai waktu
Yang kala mengingatkan
Aku tersentak dari segala mimpi
Bagai jarum jam yang mendetak dalam segala nafas
dia……
perempuan yang hadir dalam do’a-do’a
yang mengingatkan tatkala terlupa pada pencipta
demi waktu……….
Yang mengalir nadi dari sekian darah rindu
Demi masa…….
Yang menyentuh rasa rindu
Dari sekian penjuru urat nadi

Dia……
Perempuan yang bagai alarm
Menyentak udara subuh
Mengemas selimut tidur malam
Bersama kumandang azan
Assholaatu Khoirumminannaum
Dia…….
Perempuan yang kemerahan bagai Aisyah
Yang menyejuk pada setiap mata memandang
Yang menyelimut kalbu dari kemunafikan
Dia ……
Perempuan tegar hati bagai Masyitah
Yang mengalir darah, menyusur urat nadi
Menyempurnakan janji pada Illahi

Malam-Mu

Malam-Mu

Kurangkai dalam kata segala risau
Menyesak nafas disunyi malam
Menyibak tirai hati yang luka

Ingin kurasa lagi dalam Malam-Mu
Terbangkan aku bersama bidadari
Bawa aku kelangit ke Tujuh
Hingga malam tak berganti siang

Malam-Mu selalu ku tunggu
Hingga bibir tak lagi bergerak
Hingga mata tak lagi berkedip
Sampai hidung tak bernafas
Sampai nadi tak lagi berdenyut

Malam-Mu selalu ku tunggu
Ingin selalu ku sebut kebesaran-Mu
Selalu ingin suci-Mu kusanjung
Dalam setiap malam-malam-Mu
Besar kalimah-Mu menggetar Jiwa
Suci nama-Mu menyusur istana raga
Ingin kurasa lagi dalam malam-Mu

IZINKAN AKU MABUK

IZINKAN AKU MABUK


Ingin kurasa dalam sepi-Mu
Terbang bersama camar-camar keabadian
Biarkan aku mabuk dalam renungan
Merengguk anggur-anggur suci dalam keabadian
Berharap hati takkan mati
Berhajat raga takkan binasa
Menyempurnakan pengabdianku
Setelah lelah terbuai mimpi

Ingin kurasa dalam sepi-Mu
Yang mengalir sungai-sungai
Merajut hati pada bidadari yang Engkau janjikan
Berlari dalam taman keindahan Surga-Mu


Izinkan aku selalu dalam sepi-Mu
Ingin kurasa nikmati anggur suci-Mu sekali lagi
Hingga bibir terucap undur diri
Laailaha Illallah

BIDADARI CEMBURU

Dari sekian atas nama dunia yang kugenggam, hanya kamu… ya kamu.. yang belum kuraih.
Gemerlap intan yang terangkat dari Lumpur-lumpur putih, secerah dirimu dikala purnama.
Menggapai dalam rumus kata-kata yang belum terangkum,
Karena ada kata yang merangkum kesetaraan, perhatian dan cinta.
Lelaki dan perempuan itu saling mengenal, saling memahami, saling membantu, Bergandengan tangan, saling menanggung dan cekatan mendahulukan serasi,
Lalu ?……
Harusnya kau tahu,
Bidadari bisa cemburu, itu sebuah tantangan, Untuk mendekatkan diri dengan nyala suci ruh kesalihan.
Agar bidadari cemburu padamu ? bukan dengan tebar pesona fisik tentunya, tak jua dengan memenjarakan diri antara dapur, kelambu dan sumur, karena Allah dan Rasul tak pernah bermaksud begitu.

Untuk semua yang pernah merasakan cinta........

Untuk semua yang pernah merasakan cinta........

Ø Cinta itu seperti kupu-kupu. Tambah dikejar, tambah lari. Tapi kalau dibiarkan terbang, dia kan datang disaat kamu tidak mengharapkannya. Cinta dapat membuatmu bahagia tapi sering juga bikin sedih, tapi cinta baru berharga kalau diberikan kepada seseorang yang menghargainya. Jadi jangan terburu-buru dan pilih yang terbaik.
Ø Cinta bukan bagaimana menjadi pasangan yang "sempurna" bagi seseorang.Tapi bagaimana menemukan seseorang yang dapat membantumu menjadi dirimu sendiri.
Ø Jangan pernah bilang "I love you" kalau kamu tidak perduli. Jangan pernah membicarakan perasaan yang tidak pernah ada. Jangan pernah menyentuh hidup seseorang kalau hal itu akan menghancurkan hatinya. Jangan pernah menatap matanya kalau semua yang kamu lakukan hanya berbohong. Hal paling kejam yang seseorang lakukan kepada orang lain adalah membiarkannya jatuh cinta, sementara kamu tidak berniat untuk menangkapnya...
Ø Cinta bukan "Ini salah kamu", tapi "Ma'afkan aku". Bukan "Kamu dimana sih?", tapi "Aku disini". Bukan "Gimana sih kamu?", tapi "Aku ngerti kok". Bukan "Coba kamu gak kayak gini", tapi "Aku cinta kamu seperti kamu apa adanya".
Ø Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kalian sudah bersama maupun berapa sering kalian bersama, tapi apakah selama kalian bersama, kalian selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.
Ø Kesedihan dan kerinduan hanya terasa selama yang kamu inginkan dan menyayat sedalam yang kamu ijinkan. Yang berat bukan bagaimana caranya menanggulangi kesedihan dan kerinduan itu, tapi bagaimana belajar darinya.
Ø Caranya jatuh cinta: jatuh tapi jangan terhuyung-huyung, konsisten tapi jangan memaksa, berbagi dan jangan bersikap tidak adil, mengerti dan cobalah untuk tidak banyak menuntut, sedih tapi jangan pernah simpan kesedihan itu.
Ø Memang sakit melihat orang yang kamu cintai sedang berbahagia dengan orang lain tapi lebih sakit lagi kalau orang yang kamu cintai itu tidak berbahagia bersama kamu.
Ø Yang paling menyedihkan dalam hidup adalah menemukan seseorang dan jatuh cinta, hanya untuk menemukan bahwa dia bukan untuk kamu dan ka mu sudah menghabiskan banyak waktu untuk orang yang tidak pernah menghargainya. Kalau dia tidak "worth it" sekarang, dia tidak akan pernah "worth it" setahun lagi ataupun 10 tahun lagi. Biarkan dia pergi...
Ø Kadang Tuhan yang mengetahui yang terbaik, akan memberi kesusahan untuk menguji kita. Kadang Ia pun melukai hati, supaya hikmat-Nya bisa tertanam dalam. Jika kita kehilangan cinta, maka pasti ada alasan di baliknya. Alasan yang kadang sulit untuk dimengerti, namun kita tetapharus percaya bahwa ketika Ia mengambil sesuatu, Ia telah siap memberi yang lebih baik.
Ø Mengapa menunggu? Karena walaupun kita ingin mengambil keputusan, kita tidak ingin tergesa-gesa. Karena walaupun kita ingin cepat-cepat, kita tidak ingin sembrono. Karena walaupun kita ingin segera menemukan orang yang kita cintai, kita tidak ingin kehilangan jati diri kita dalam proses pencarian itu.
Ø Pada akhirnya, lebih baik menunggu orang yang kita inginkan, ketimbang memilih apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang kita cintai, ketimbang memuaskan diri dengan apa yang ada. Tetap lebih baik menunggu orang yang tepat, Karena hidup ini terlampau singkat untuk dilewatkan bersama pilihan yang salah, karena menunggu mempunyai tujuan yang muliadan misterius. Kebanyakan hal yang indah dalam hidup memerlukan waktu yang lama, Dan penantian kita tidaklah sia-sia. Walaupun menunggu membutuhkan banyak hal - iman, keberanian, dan pengharapan - penantian menjanjikan satu hal yang tidak dapat seorangpun bayangkan. Pada akhirnya. Tuhan dalam segala hikmat-Nya, meminta kita menunggu, karena alasan yang penting.

Uji coba


Jajal